GITAR PERTAMAKU PART2

Alogot

“GITAR PERTAMAKU”
PART 2
Hampir setiap minggu,agenda libur sekolahku adalah menuju studio musik,uang sewa studio adlh hasil patungan diantara kami,itulah hasil sisa uang jajanku selama 1minggu,seakan tiada bosan dan kami menjadi terbiasa dgn permainan baru ini seakan merubah gaya hidup anak2 masa itu,kami merasa bangga walaupun kami tidak ada apa2nya hanya sebuah bentuk dari persahabatan.
Suatu hari aku menagih janji ayahku,meminta sebuah gitar yg aku inginkan dari dulu.
Pernah suatu hari ada sebuah rombongan mahasiswa dari Jakarta,yg kehabisan ongkos yg bermaksud ingin menjual gitarnya,bayangkan saja Gitar Yamaha yg dulu mungkin harganya sekitar 900ribu menurut mahasiswa tsb,ia mau jual seharga Rp.100.000,tp emang dasar ayahku tak tahu barang,ia menganggap terlalu mahal,hingga gagal gitar itu menjadi miliku,tapi tahukah apa gitar yg benar2 pertama kali aku miliki,ayahku beli dari seorang pengamen tanpa sepengetahuanku,dan itu mengecewakanku,karena jika kalian tau gitar itu kondisinya Rusak parah,pantas saja pengamen itu menjualnya murah,tapi apa daya aku harus terima,karena ini adalah pemberian ayahku,aku terima walaupun aku pun merasa menyentuhnya pun tak mau,karena bukan ini yg ku mau.
Tapi apa kalian tahu,dari gitar inilah aku memulai,aku belajar,dari hal yg terkecil,dari bawah,dari apa yg sebelumnya aku tidak punya,yaitu bakat seni dari diriku,dari gitar inilah aku pertama kali membuat sebuah lagu,aku masih ingat,walaupun aku gk mau mengingatnya,hah jelek sekali lagu ciptaanku yg pertama,1 lagu 2lagu hinga puluhan lagu yg kubuat dari gitar ini.
Aeiring waktu berjalan,aku pun mungkin karena ingin selalu menemukan hal yg baru dan yg lebih baik,aku sering berganti grup band,sampai aku berhenti di 1 ikatan persahabatan dalam 1 band,dan di band inilah petama kali aku membawa lagu ciptaanku di dalam sebuah band.
Waktu itu menghadapi hari kemerdekaan,dan dlm rangka memperingati moment tsbt,banyak even2 masyarakat yg menghadirkan acara2 band antar kampung,hal itu tentu Saja aku manfaatkan utk pertama kali membawa lagu ciptaanku ke atas panggung,betapa antusias aku dan temanku waktu itu.
Tapi waktu itu aku sudah tidak bersekolah lagi,keadaan membuatku tdk seperti orang lain,sehabis lulus SMP,karena keadaan finansial keluargaku yg serba kekurangan(sedih mode on)aku tdk melanjutkan jenjang sekolahku ke yg lebih tinggi,tp hal ini tidak membuatku patah semangat,tekadku waktu itu jgn sampai aku putus sekolah,aku harus cari uang sendiri untuk mandiri,dan bersekolah dgn biayaaku sendiri dan tidak menyusahkan orang tua,maka aku membuka warung kecil2an disebuah peroyek Pasar Ikan,itulah pertama kalinya aku lepas tanggung jawab dari orang tua dan hidup mandiri bersama sahabatku.
Karena acara manggung yg kunantikan sudah sangat dekat,kami harus latihan lebih ruti dari biasanya,1minggu 2kali,jelas hal ini meguras tenaga dan kantong orang yg berusaha perih menghadapi hidup ini,tp itu tak menyurutkanku,apapun kulakukan untk mendapatkan uang utk membayar pendaftaran Acara band dan untuk uang patungan sewa studio utk berlatih,salah satunya aku dan sahabatku terpaksa mencari uang tambahan,salah satunya mungkin tidak akan kalian bayangkan,aku dan sahabatku pergi kesungai,hehe… You know what We do??? Kami mencari remis(kerang kecil) yg bersembunyi dibawah lumpur sungai,tiap hari aku bisa dapat 1-3kantong kerang tsb,1kantong dihargai Rp.5000,jadi jika 3kantong kami dpt 15ribu,cukuplah kebutuhan kami terpenuhi kala itu.
Tibalah waktunya acara itu,degdegan rasanya tak karuan,mungininilah yg disebut demam panggung,hingga saatnya kami dipanggil ke atas panggung,inilah saatnya,inilah waktunya,inilah pertama kali aku mewujudkan mimpiku.
Tapi yg aku rasakan diatas panggung berbeda dgn dibawah,seketika perasaan deg2an itu hilang dgn tepuktangan penonton,tdk menyengka walaupun mereka tidak mengenalku tp mereka menantikan kehadiran bandku.
Waktu itu aku membawakan 4lagu,3lagu cipataanku,1lagu All Angles Cry dari SID salah satu lagu favku,Detik demi detik momen itu masih ada dibenakku terbayang sampai kini,apalagi hal yg takan ku lupakan sampai kini ketika kami selesai menuntaskan semua lagu sambl sedikit berimprovisasi disertai suara riuh penonton yg bertepuk tangan sambil teriak lagi… Lagi… Tp jatah kami terbatas,walaupun penonton kecewa,kami harus berhenti,tepat di bawah tangga turun telah menunggu para gadis2 yg terus memanggil2 kami,sampai kami turun pun mereka saling berebut utk berfoto bersama kami,mereka adalah para fans,tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya tentang hal ini. Gitar3

Tapi masa itu adlh waktu pertama kali band tsb manggung dan terkhir kali aku berama mereka krn 1alasan aku harus melanjutkan hidupku,aku pergi ke Ibukota utk bekerja,dan itulah pertemuan kami yg terakir dan akan kuingat selamanya bersama mereka.
Di malam ketika aku berangkat menuju Jakarta,aku menggantungkan gitarku,gitar yg selama ini bnyak memberikn pelajaran berharga dlm mmulai hidup,gitar pertamaku ini membantuku membuat sejarah(bersam)

Advertisements
Advertisements

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Suara Angin (2006) | Warungasep.com
  2. Ini Gitarku… Mana Gitarmu??? | Warungasep.com
  3. Ini Gitarku… Mana Gitarmu? | Warungasep.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.