GITAR PERTAMAKU PART3

mimpi1

“GITAR PERTAMAKU”
PART 3
Hanya beberapa bulan aku bekerja di Jakarta,karena alasan tidak betah dan kangen akan kampungku,terlebih lagi gaji yg kuterima tidak sesuai yg aku harapkan aku memutuskan utk pulang.
Sampai disini,yg aku ingin temui pertama kali adlh teman bandku yg sempat aku tinggalkan,tp setelah aku mencari mereka,ternyata mereka malah mengikuti jejaku,mereka bekerja merantau keluar kota.
Bertahun2 aku lewati ,seakan aku lupa akan musik dan gitarku,hanya fokus dan bekerja,hingga suatu saat aku bertmu Gunawan Noble sodaraku,karena mereka termasuk orang yg sangat terobsesi thdp musik,mereka tahu jika aku jg adalah pemusik,mereka mengajaku membuat band,juga mengajak Jejeng Noble Sandi Sudja’i ,untuk itulah setelah lama aku tidak melakukan hobiku,seakan yg dulu telah lupa,kini mencoba kembali,tp disini aku tidak membawa ambisi besar,cma utk menyalurkan hobiku bermusik,dan saat itu aku membutuhkan gitar baru,krn gitarku yg Pertama sudah tak layak aku pakai,gitar itu aku gantung di atas plafon rumah sbagai salah satu barang antik yg aku koleksi.
Sudah 2 tahun sejak ayahku meninggal,kini aku benar2 mandiri,aku membuka usaha bensin eceran karena kebetulan rumahku berada di pinggir jalan menjadikan strategis untuk usahaku.
Aku ingat gitarku yg ke 2,aku dpat dari teman adiku sewaktu ia sekolah di Aliyah,gitar itu bermerk Yamaha,tp menurut orang yg tahu kualitas barang,itu barang palsu buatan bandung,tp buatku tak apalah yg penting gitar.
Gitar inilah yg menemaniku menjalani hidup,berkarya,mencipta seni musik adalah bakatku dan gitar ini ikut andil dlm membuat setiap nada dan lirik yg kucurahkan dari hati dan pikiranku,hingga disaat itulah teman2ku mengajaku mengajaku membuat band yg mempunyai tujuan,dan serius dlm menyalurkan bakat mereka,berambisi menjadi band yg berdaulat mempunyai kemampuan membawakan hasil karya dan ikut berprtisipasi dlm kompetensi bermusik di ranah hiburan negeri ini,walau memang kami Sadar jika tujuan itu amatlah tidak mudah,tp minimal kami berusaha dari bawah,mencoba menaiki tangga keberhasilan,step by step kami langkahkan kaki ini,jatuh bangung,halangan rintangan kami hadapi,panggung ke panggung kami datangi,walaupun kami tak dapat hasil apresiasi yg mumpuni,tp kami tetap solid karena itu yg terpenting.
Suatu saat kami bermaksud untuk membuat rekaman lagu hasil karya cipta sendiri,oh y aku hampir lupa menyebutkan mereka yg jg ikut Ricky Nurhidayat , Ahmad Nawawi .
Bagaikan orang yg mempunyai skill bermusik yg matang walaupun sebenarnya kami hanya orang2 yg baru memulai merupakan suatu yg wajar,ketika kami pertama kali melakukan recording disebuah studio,penglaman itu menjadi yg pertama kali bagi kami,hingga selesai dan disaat rekaman itu diiringi kritikan dari seorang operator studio bahwa kami harus belajar lagi,kami menerima itu,dan merupakan sebuah apresiasi yg berharga dan menjadi sebuah introspeksi pembelajaran.Memotivasi kami kedepannya.
Bulan2 berikunya kami sadar jika kami harus terus berusaha,stiap kompetisi dlm audisi,parade dan acara band slalu kami ikuti,kami slalu gagal,hingga akirnya kami mencoba untuk membuat sebuah track lagu yg dimana lagu itu akan dikirim ke stiap radio,hingga kami tahu bagaimana eksistensi kami yg sebenarnya.
Kami pun mengunjungi studio yg lebih baik dari yg kemarin,dgn uang gotong royong sebagai hasil jerih payah,berhasil membuat 2buah lagu,dan mulailah lagu kami mengudara di stiap radio lokal di daerah kami.
Tak bisa terbayangkan ketika salah satu lagu slalu diputar di radio,hampir stiap sore atau malam ada sbuah acara di radio yg memutar lagu2 independen yg berorientasi pada lagu2 ciptaan band2 lokal,lagu kami slalu ada dan slalu direquest,itulah salah satu apresiasi buat kami.
Seiring waktu berjalan,ikatan persahabatan ini tak tentu arah,tidak jelas kemana tujuan band ini,sebua ambisi yg besar dari awal,seakan pupus,terhenti oleh sesuatu yg aku pun tahu apa Yg menghentikan perjalan kami ini,hanya hati kami masing2 yg mengetahuinya,yg jelas sampai saat ini,aku tidak akan melupakan mereka,dan kan slalu ada,karena mereka adalah bagian dari kisahku,memory yg terukir didalam sejarah perjalan hidupku yg masih panjang.
Gitar keduaku,berbeda dgn gitar pertamaku,tp masing2 punya cerita,punya kisah yg berbeda tp sama2 mempunyai arti bagiku.
Kini aku punya gitar yg ke 3,Alegro itulah merknya,sdh 5tahun gitar ini menemaniku,tp dgn cerita yg baru,dgn kisah yg baru.
Kini aku sudah berkeluarga,langkah pijakan dan merupakan episode yg baru utku,dan merubah arah tujuanku selanjutnya yg aku yakini inilah yg terbaik.
Sudah ratusan lagu yg kebuat dari semua gitarku,tp cuma 50an lagu yg berarti,aku tak tahu bgaimana nasibnya karyaku,apakah hanya sebuah pajangan di otaku layaknya lukisan atau kah mungkin saja lagu ini akan menemukan takdir yg lebih baik seperti dlam impianku lagu ni bisa dinikmati semua orang,hanya waktu yg akan menjawabnya,Wallohu’alam #real story untuk anaku Zidan semoga membacanya.Gitar3
warungasep

Advertisements
Advertisements

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Suara Angin (2006) | Warungasep.com
  2. Ini Gitarku… Mana Gitarmu??? | Warungasep.com
  3. Ini Gitarku… Mana Gitarmu? | Warungasep.com
  4. Gitarku Ada Yang Naksir | Warungasep.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.