GITAR PERTAMAKU


warungasep

“GITAR PERTAMAKU”
Sudah menjadi kebiasaanku sewaktu kecil,jika terdengar suara adzan ayahku menyuruhku pergi ke mesjid,aku yg sedang bermain bersama adiku langsung pergi bersama,aku punya sepedah bmx kecil,kami pun pergi berboncengan,dengan gaya layaknya superhero kami berimajinasi seperti naik motor,karena membawa sarung,kami silangkan sarung itu kebadan dan melingkar dan menyilang di dada hingga terlihat berbentuk hurup X,masjid yg kami tuju berada disebuah kampus,karena masjid ini yg terdekat jaraknya dari rumah kami,dan kami senang berada dikampus ini menjadi tempat kami bermain,melakukan kejahilan2 anak kecil,dan tak sadar keadaan kampus tsb bisa menjadi inspirasi kami.
Selesai sholat kami pun duduk disebuah kursi,disana tempat mahasiswa nongkrong,terdapat bangku dan tangga yg sering ditempati para mahasiswa duduk2 bercengkrama,bermain gitar,sering kami melihat dan mendengarkan mereka bernyanyi,lagunya kami hapal,kami pun ikut larut dlm lagu yg mereka nyanyikan walaupun hanyaMelihat dari jauh,tak berani kami mendekat walaupun rasanya ingin kami ikut mereka bernyanyi,membayangkan jika saya lah yg bermain gitar layaknya kakak mahasiswa disana,alangkah indahnya impian itu dulu.
Kembali ke cerita,adiku mengajaku duduk di bangku itu,adiku seperti biasa kebiasaan jahilnya menghampiri telepon koin,mencoba trik nakal menelepon gratis,tp slalu gagal,ia slalu mencobanya karena pernah 1X berhasil,tp walaupun lupa caranya,tp ia tak pernah menyerah dan terus mencoba stiap kami kesana,aku hanya bisa tertawa melihat tingkah adiku,tiba2 ada yg mengalihkan perhatianku dari adiku,aku melihat sebuah gitar berdiri dibelakang telepon coin yg tidak disadari adiku,aku langsung menyuruh adiku merubah perhatiannya,adiku mengambil gitar itu,ia mencoba memainkannya,aku masih ingat mimik wajahnya yg kesenangan,sambil bergaya layaknya seorang gitaris,ia memainkannya semaunya,aku yg sok bisa ingin memainkanya juga,aku rebut gitar itu,itulah pertama kali dlm hidupku aku memegang sebuah Gitar,disaat itulah aku mencurahkan semua bayanganku ketika berimajinasi memainkan gitar layaknya kakak mahasiswa yg mahir,tapi aku bingung bagaimana gitar itu bisa mengeluarkan suara yg indah ketika dimainkan oleh mereka,tapi olehku gitar itu berbunyi tak beraturan.
Adiku merengek ingin memainkannya,tapi aku juga masih betah dlm posisiku,tiba2 suara itu mengagetkanku suara mahasiswa yg melarang kami menggunakan gitar itu,ia langsung mengambil gitarnya lalu menyuruh kami pergi.
Kami pun pulang menuju rumah dgn membawa rasa malu,seakan kami tak ingin lg prgi kekampus itu.
Ayahku yg sedang menjaga warung,melihat kami dgn majah yg tak biasa,lalu aku meceritakan yg terjadi ia hanya tertawa mendengarnya,mungkin karena kasih sayangnya yg besar padaku,ia berusaha menenangkanku dgn berjanji akan membelikan gitar utku.
Pernah suatu hari sepulang sekolah aku dikejutkan karena melihat gitar tergeletak di kursi rumahku,alangkah bahagianya aku kala itu,tak terbayangkan apa yg kurasakan,ketika suatu Yg selalu aku inginkan ada didepanku,seperti diberikan suatu keinginan yg diwujudkan oleh jin yg keluar dari lampu aladin,saking bahagianya air mataku menyiratkan haru.
Aku bertanya pada ayahku,berapa dan kapan ayah membelikan gitar ini utuku sambil mencoba memutar2 stelan senar,yg aku tak tahu apa fungsinya itu,tapi jawaban ayahku seketika itu adalah jawaban yg menyakitkan yg pernah ku dengar,dan memupuskan kondisi kebahagiaan yg waktu itu aku baru dapatkan,ayahku bilang jika gitar itu milik seorang siswa SMU yg menitipkan gitarnya,karena dilarang membawa gitar kesekolahnya,seketika itu aku terdiam tenggelam dlm kekecewaan.
Hampir stiap aku pulang sekolah gitar itu slalu ada dikursi,aku hanya bisa memandangnya,sesekali memainkannya tanpa tahu bagaimana membuat gitar itu mengeluarkan suara indah,suara yg ku buat slalu tidak karuan,dan ketika aku mendengar warungku ramai dengan canda tawa,itu tandanya warungku kedatangan para siswa SMU yg sudah pulang,dan slalu nongkrong diwarung ayahku Dan gitar itu pun dibawa oleh mereka,aku hanya bisa melihat dibalik jendela para siswa SMU itu bernyanyi diiringi gitar,kondisi itu kembali membuatku iri,kapan aku bisa seperti mereka.
Waktu terus berlalu,aku mulai beranjak SMP,masa dimana aku mulai belajar segala hal,mulai belajar tentang kehidupan,belajar apapun permulaan dalam hidup ini,dan dimasa inilah aku benar2 menemukan bakatku.
Suatu hari teman2ku mengajaku pergi utk bermain band,itulah pertama kalinya aku masuk ke sbuah studio musik,pertamakalinya dlm seumur hidupku aku bemain band,inilah cikal bakal yg menjadi inspirasiku,yg mengubah arah tujuan hidupku.
Mereka Dut Grohl , Hendra Yusuf, Dera Mulya Aswandi entahlah apakah mereka masih mengingatnya,dari merekalah aku pertama kalinya belajar,keinginanku dari dulu terwujud berkat mereka,bersama mereka pertamakali membuat band.
Aku masih ingat,pertama kali kami membawakan sebuah lagu dari Slank dan aku mnjadi vocalisnya (bersambung)

Advertisements
Advertisements

5 Trackbacks / Pingbacks

  1. Suara Angin (2006) | Warungasep.com
  2. Ini Gitarku… Mana Gitarmu??? | Warungasep.com
  3. Ini Gitarku… Mana Gitarmu? | Warungasep.com
  4. ★ Akhirnya Bisa Nyampe 100 “Juta” Hits… Thanks Pemirsa Warungasep ★ | Warungasep.com
  5. Cara Membuat Sebuah Lagu Ala Warungasep | Warungasep.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.