Trip To Great Lake Of Tasikmalaya City



Hari minggu yang cerah,merupakan waktu yang tepat untuk liburan keluarga,seperti biasaya saya juga yang kerjaanya cuma berniaga disebuah supermarket ultramicro alias “warung” 😀 juga ingin merasakan liburan karena kesibukan selama 6hari buka 24jam sehari membuat saya membutuhkan suatu penyegaran yaitu berupa liburan bersama keluarga kecil saya.

Tempat saya tinggal adalah kota kecil,pecahan dari 1daerah bernama Tasikmalaya yang sekarang terbagi menjadi 2daerah,yaitu Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.

Mungkin didaerah anda atau mungkin juga daerah lain yang dekat dari kota saya banyak sekali tempat rekreasi atau tempat2 indah lainnya,tapi karena saya lebih mencintai daerah saya,jadi saya memutuskan untuk berekreasi ke Objek Wisata Situ Gede sebagai destinasi liburan keluarga.

Berada di Kelurahan Linggajaya Kec.Mangkubumi berjarak 5km dari pusat Kota Tasikmalaya,Ini dia beautiful lake jika dilihat dari foto Google Earth:

Objek Wisata andalan Kota Tasikmalaya ini menyajikan pemandangan yang luar biasa,dengan membayar uang masuk sebesar Rp.5000.- anda biss memasuki area sebuah danau yang terbentuk secara alami,dan mempunyai sejarah yang kuat,dan merupakan sebuah kearifan budaya lokal yang dimiliki oleh Kota kecil ini.

Saya sudah beberapa kali berkunjung ke tempat ini dan tiada bosan,malah setelah sekian lama saya dari terakhir saya berkunjung sekitar 4tahun lalu,ternyata tempat ini sudah banyak berubah,menjadi lebih baik.

Hai ini tentu saja akibat campur tangan Pemerintah Kota yang telah berhasil membuat dan merenovasi dan mengembangkan potensi tempat ini yang merupakan aset berharga dan sebagai bagian dari bentuk pelayan masyarakat yang baik dari Pemerintah.

Tapi memang sejauh mata memandang kami para pengnjung dimanjakan oleh pemandangan yang indah tapi tidak dapat dipungkiri ternyata kitalah yang merusaknya,ini terlihat dari banyaknya sampah yang sengaja dibuang oleh para pengunjung ke pinggir2 danau dan sangat tidak enak untuk dinikmati dan sedikit mengganggu pemandangan dan mengurangi keindahan tempat ini.

Inilah sisi negatif dari tingkah laku yang sudah menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia,dan saya yakin disemua tempat di Indonesia hal ini merupakan masalah yang sudah biasa.

Jika anda bertanya apa saja yang disediakan tempat ini,sebenarnya tak banyak atau sekomplit tempat lain,mungkin belum saatnya atau mungkin juga pengelola belum berinovasi lebih,tapi tempat ini cukup komlit,antara lain,anda bisa

-Naik rakit,rakit dari bambu yang dikendalikan oleh kita sendiri,tapi tentu saja harus membayar uang sewa dulu kepada sipemilik,dan sewanya cukup murah.
Saya ingat dulu sewaktu SMP pernah menaiki rakit ini bersama kawan sekolah,saat itu saya belum tahu cara mengendalikannya,walaupun melihat orang lain sepertinya gampang,tapi oleh saya rakit itu malah memutar ditempat gk maju maju,sungguh memalukan memang,tapi setelah saya diberi tahu cara navigasinya ternyata cukup mudah.
-Naik Perahu sewaan bermesin,ini merupakan wahana yang menjadi favorit ditempat ini.
-Dan juga anda bisa memancing ikan dipinggir danau,karena tempat ini banyak menyajikan keanekaragaman hayati yang sudah tersedia ditempat ini secara alami.

Di danau ini terdapat satu pulau yang berada ditengah danau,dan di tengah pulau itu terdapat makam keramat Eyang Prabudilaya,dan sering di kunjungi oleh para pejiarah makam.

Dan jika ingin tahu lebih tentang sejarah tempat ini,klik ini Sejarah Situgede Sejarah Situgede

Nah hasilnya saya sangat puas sekali berada disini,dan jika anda yang membaca tulisan saya ini yang diketik memakai hp jadul Rp.200ribu dan posting pake operamini gratisan,tidak salahnya jika anda sedang berkunjung ke Kota Tasikmalaya,atau sedang dalam perjalanan melewati Kota Tasikmalaya,untuk sekedar mampir dan memanjakan mata sambil refreshing berkunjung ke Objek Wisata Situgede Kota Tasikmalaya.

Advertisements
Advertisements

8 Comments

    • Oleh2 banyak,tapi biasanya tempat kuliner yang sering dituju,khasnya aitu Nasi TO(tutug oncom) Nasi liwet,tahu bulat,mie baso sebesar ball,dll ada juga sentral kerajinan antaralain payung geulis yang sudah terkenal kemancanegara dan menjadi icon kota Tasikmalaya,dan saya bangga icon ini diproduksi oleh desa tempat saya lahir yaitu desa Panyingkiran… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.