Perjalanan Menuju Kaki Gunung Galunggung di Kab.Tasikmalaya

Warungasep-Tadi pagi cuaca daerah Kota Tasikmalaya diselimuti gerimis yang membuat hati galau,termasuk saya hari ini saya ada agenda menuju ke rumah sodara yang letaknya berada di pedalaman kampung di kawah kaki gunung Galunggung.

Apakah anda pernah mendengar kata Gunung Galunggung? Mungkin jika anda kelahiran Tahun 70’an pasti pernah mengalami hujan abu akibat letusan gunung yang meletus dengan jangka waktu terlama,yaitu selama 1tahun terus menerus,nah selebihnya pemirsa bisa langsung menuju TKP di Gunung Galunggung on Wikipedia,dam kebetulan hari ini karena cuaca rada sedikit mendukung,maka saya putuskan berangkat pukul 13.00WIB tadi.

Dengan mengisi bensin pereminum Pertamax sebesar Rp.15.000 cukuplah untuk jarak pendek,dan garis jarum menunjukan gk sampai setengahnya 😀

Banyak jalan menuju kesana,salah satunya menurut rekomendasi saya sebaiknya masuk melalui gerbang sebelah utara Terminal Type A Kota Tasikmalaya melewati Jl Sirnagalih Kel.Sukamaju Kidul Indihiang,selain karena jaraknya yang pendek,yidak banyak belokan,dan jalannya mulus semulus kulit bayi 😀

Nanti ditengah perjalanan anda akan melewati sebuah terowongan,nah terowongan ini pernah ada loh di acara realityshow misteri di Trans7(lupa namanya) karena tempat ini #katanya dinilai angker.

Terowongan ini diatasnya adalah lintasan rell bekas kereta pengangkut pasir menuju Jakarta,karena dulu #konon pasir cor dari gunung Galunggung dikenal memiliki kualitas dan kwantitas nomor wahid,wow 😀

Sudah lama sejak sekitar 3tahun lalu jalannya tidak semulus sekarang,saya lebih enjoy dan santai,menikmati pemandangan alam,namun sayang,karena cuaca yang mendung menyebababkan pemandangan panorama gunung yang berdiri tegak di sebelah barat Kota Tasikmalaya itu tertutup dan tersembunyi dibalik awan tebal 🙁

Dan hanya menyisakan kakinya yang panjang membentang kesebalah selatan,yaitu daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Saya terus melanjutkan perjalanan,dan tiba2 saya teringat jika saya mempuyai sahabat didaerah ini,yang dulu pernah menjadi bagian dari Band saya,dan sempat menjadi personil dari band saya,dia adalah si Jejeng Noble saya menyempatkan untuk berhenti sebentar,ternyata dia masih bekerja sebagai montir andalan di bengkelnya,nah jika pemirsa ada yang sedang piknik ke Gunung Galunggung,tiba2 motor anda mogok,gampang ada dia menanti untuk melayani motor anda,mantap kan 😀

Akhirnya tempat tujuan saya sudah dekat,dari jalan yang awalnya mulus,memasuki ke jalan kecil menanjak penuh batu dan sebagian ada yang dilapisi beton seperi ini:

Walaupun sudah rusak,tapi orang2 di sini,walaupun dikampung tapi pemiliknya dominan memiliki mobil,kerabat saya yang saya tuju saja 1rumah punya 5motor,masing masing memiliki 1motor,minimal paling tua adalahmotor Kharisma 2005,wow…

Nah begitulah kisah perjalan saya tadi siang menuju kaki Gunung Galunggung,
Wah baru sampai kakinya nih,gimana sampai puncaknya ya???

Mungkin nanti waktu saat saya dan keluarga kesana akan melaporkannya untuk anda,okeh….

Trimakasih sudah berkunjung 🙂

Advertisements

42 Comments

  1. sayang ya gunungnya tertutup awan 🙁

    untung saya pernah merasakan tinggal di dekat gunung. dingin, indah, kalo hujan terdengar suara air yang deras ternyata itu kali.

  2. Semua kata rindumu
    Semakin membuatku `tak
    berdaya
    Menahan rasa ingin jumpa
    Percayalah padaku akupun rindu
    kamu Ku akan pulang Melepas semua
    kerinduan
    Yang terpendam….. “
    T.T 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.