☂ Bukti Otentik Di Warungasep Bahwa Pengemis Itu Tidak Miskin

Warungasep – Selamat siang pemirsa,alhamdulillah saya sudah berada kembali di kantor saya,setelah kemarin berada di suatu tempat yang dimana sangat menyiksa batin dan raga saya,karena dalam kondisi tidak dapat sinyal sehingga tidak dapat melakukan aktifitas blogging.

Hari ini cuaca Tasikmalaya,cerah tapi panas,mungkin nanti sore akan turun hujan,karena begitulah biasanya yang terjadi di musim sekarang ini,namun ditengah cuaca yang sangat panas ini,saya disilaukan oleh sesuatu pemirsa,apakah itu,apa anda tahu,apakah ini:

“wow.. Itu cewek bro….” 😀

Bukan itu yang saya maksud,tapi ini yang menyilaukan saya:

“wow itu emas bro….”

apa yang anda pikirkan???

Mungkin dia itu orang kaya yang lagi jajan ke warungasep???
Bukan….

Anda masih ingat postingan saya disini:

Nah inilah yang saya maksud,bahwa dibalik penampilannya yang membuat kita terhipnotis,hingga menjadi iba,dibalik itu semua,ternyata inilah sosok originalnya,tanpa kedok,pure natural,apakah anda menyangka pemirsa???

“ah mungkin si asep bohong,ngibul,buat postingan hoax,gak mungkin itu pengemis…”

Ya,terserah ada bisa katakan apa,tapi ini buktinya:

Pengemis itu mengeluarkan uang recehan dari kantong plastik(kalo dari dompetnya uangnya lembaran semua),dan membeli kartu perdana di Warungasep.

Lalu apa tujuannya saya buat postingan ini?apa manfaatnya?

Tujuannya supaya kita tahu,jika memang dengan keberadaan para pengemis dijalan itu sangat beragam macam tanggapan,dan sangat kontroversial,disisi lain kita dirujuk untuk menjunggjung tinggi hak azazi manusia dan mengasihani orang yang berada dibawah kita,tapi di sisi lain tak dipungkiri jika anggapan itu benar benar benar benar salaaaaah…. 😀

Ironis memang,lalu kita harus bagaimana menyikapinya?saya gak mau berkomentar,mungkin anda ada yang memiliki pendapat lain akan hal ini,silakan berkomentar…

Foto yang pertama,ilustration from Google,foto yang ke 2,3 dan 4 langsung spyshots dari hape jadul saya… 😀

Advertisements

63 Comments

  1. betul…betul…mas bro..
    Di lampu merah jogja aja kalo pengemisnya bergaya cacat, sehari minim dapat 300rb je. Brati sebulan dpt 9 jt.
    Dulu tahun 2000an pengemis di malioboro setengah hari bisa dpt 400rb. Dia punya rumah tingkat di desa, pnya ternak sapi, trs mampu ngadain pesta mantu bbrp hari…. jossss tenan.
    Skr di jogja br banyak pengamen musik angklung, sehari bisa dpt 600rb je. Gila tenan..!

  2. imitasi paling kang 😕

    setuju tuh! kalo terpaksa ngasih pun, saya lihat orangnya juga. dan lihat kondisi saya. kalo lagi bahagia ya oke oke. kalo gak, bikin kesar iya, bikin bersalah iya, maunya nolong, tapi menolong yang benar itu saya belum bisa. karena ngasih duit itu tidak dianjurkan.

    kalo ada anak kecil, mereka suka saya omongin. kalo pas lagi bawa makanan kecil dikasih deh tuh si anak jalanan tadi. kalo kasih uang sedikit mereka bermuka masem. gak taunya mereka dikoordinir sama seseorang di balik toko2 itu.

    maunya ngajak ngobrol lama2, traktirin dia makan. biar anak seperti mereka juga dapet pencerahan sedikit. kasihan. kepikir jadi orang tua asuh. kepikir juga bikin mereka kelompok belajar. cita2 aja. 😀

    btw, di samarinda ada beberapa titik merupakan markas pengemis. datang dari berbagai belahan dunia indonesia. sudah pernah dipulangin. pernah bentrok dengan suku setempat. mereka datang lagi. dan pindah2. lucu juga liatnya. semoga pemerintah gak pernah bosan ngurusin yang ginian.

    untuk peraturan dilarang memberi pengemis di tempat umum saya setuju. hukumnya bisa mencapai wajib ain karena pemerintahan yang sah sudah menetapkannya. berdosa toh ngasih penemis di jalanan umum 😀

    • Gk tau itu emas imitation atau original,hehe tapi itu membuktikan mereka punya style,hihihi 😀

      oh mereka tak terkordinir,individu,kecuali para anak punk yang sudah pada modyarrr itu mas Odi,mereka punya genknya 😀

      • hehe iya ya. gak kalah soal style. dari hp, pakaian, macem2 lah.

        nah soal anak jalanan itu saya suka dimintai sama anak SD. yg seumuran SMP SMA gak pernah. mungkin di samarinda lapangan pekerjaan terbilang cukup luas. jadi mereka gak terlantar. kecuali memang anak punk. sengaja menjadi ekslusif. 😉

        ya mudahan masih ada harapan dari wakil rakyat nanti di sana untuk peduli dengan nasib mereka. lalu membuat undang2 yang lebih mensejahterakan dan lebih tegas lagi. 🙂

      • Ya mudah2an,wah disana lapangan pekerjaan banyak ya??? Disini masih ada yang nganggur,tapi mungkin faktornya populasi penduduk yang tak terkendali mas Odi… 😀

  3. ditempat saya gan (suatu daerah di jogja)setiap ada pengajian pasti ada sepasang pengemis buta,pernah saya perhatikan ternyata dia dianternya pake mobil,,,,nah lo,,

1 Trackback / Pingback

  1. ♠ Bukti Bahwa Masih Banyak Orang Yang Lebih Sengsara Daripada Pengemis Di Indonesia Ini ♠ | Warungasep.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.