Kemahalan??? Ataukah Pemerintah Yang Terlalu Banyak Mengambil Keuntungan???

WARUNGASEP – Barusan sekitar jam 11 malam saya yang lagi jaga warung dikejutkan dengan telepon istri saya,ternyata anak saya sakit pemirsa,saya cek kondisinya panas,dibagian kening dan dibeberapa titik tubuh anak saya,wah anak saya demam,saya gak mau nunggu lama langsung saja saya pergi ke apotik untuk membeli obat.
Di daerah saya masih sangat jarang sekali apotik yang buka 24jam,walaupun warungsaya letaknya berada disamping rumahsakit,tapi apoteknya cuma menjual resep dokter,jadi ya saya mencari di apotik lain.

Berhubung kondisimalam ini hujan,maka saya putuskan untuk mencari alternatif,yaitu membeli obatnya di minimarket saja,karena jarak apotik yang buka 24jam lumayan jauh. Maka saya pun mencoba mencarinya di minimarket Indomaret yang berada di Jl.Indihiang Tasikmalaya.

Saya beruntung,saya menemukan obat yang saya cari,obatnya cocok buat anak saya,saya selelu pake ini,rekomended deh pokonya.

Tapi bukan itu pokok masalahnya pemirsa. Setelah saya membayar di kasir,saya langsung pergi tanpa melihat struk pembelian,nah sampe dirumah baru saya cek,wow mahal amir ya,padahal harga HET yang tertera cuma segini:

tapi di struk segini:

wow berarti pihak minimarket tersebut banyak mengambil keuntungan ya ternyata. Padahal HET atau Harga Eceran Tertinggi biasanya menjadi batasan harga yang direkomendasikan oleh pihat produsen kepada konsumen,tapi kok ini malah lebih mahal?

Apakah memang sebuah minimarket selalu mengambil keuntungan berlipat ya? Saya juga kan sebenarnya tukang warung,walaupun saya gak ngerti sama ilmu akademik teori-teori ekonomi,tapi menurut bahasa warung,menjual suatu barang juga harus secara logika juga,kalo kemahalan,konsumen juga pintar,bisa menilai bahwa produk yang dijual itu harganya itu harusnya relatif sama di semua tempat penjualan. Seperti obat yang saya beli ini,biasanya saya beli di apotik harganya dibawah HET,dan disemua tempat yang jual juga pasti gak akan melebihi ketentuan dari harga HET tersebut,seperti juga saya,semua harga yang dijual juga pasti gak akan jauh dari harga yang sudah ditentukan,karena toh harga segitu juga sudah diperhitungkan oleh pihak produsen,bahwa harga segitu,pihak penjual juga otomatis sudah punya keuntungan yang sesuai.

Tapi tunggu dulu pemirsa,jangan dulu ambil kesimpulan,saya belum tunjukan yang ini:

Disitu ditulis:

DFP= 12.909 PPN= 1.291

Nah ini nih yang bikin saya bingung,merasa ilmu saya kurang,wawasan juga kurang,soalnya gak ngerti sama bahasa ekonomi,apakah ini artinya jika pihak minimarket tersebut sebenarnya menjual obat itu dengan harga 12.909 ditambah PPN 1.291. WOW… Berati emang benar kan pihat Indomaret sudah menjual diatas harga HET,dan ditambah lagi PPN alias uangrakyat untuk kebutuhan uang jajan dan lahan korupsi bagi para koruptor dan kawan kawan…

Wow jadi bagaimana pemirsa tanggapannya,dan mohon penjelasannya tentang ini,karena jujur saya gak ngerti yang beginian… Terimakasih…

WARUNGASEP melaporkan untuk NYET 😀

44 Comments
  1. hanggara Reply
  2. bony Reply
  3. fb wong ndeso Reply

Komen Gratis !