♠ Bukti Bahwa Masih Banyak Orang Yang Lebih Sengsara Daripada Pengemis Di Indonesia Ini ♠

Warungasep – Malam ini saya gak biasanya bangun malam,soalnya tadi tidur lebih awal karena kecapean pemirsa. Mau tidur lagi gak bisa,terpaksa online ditengah sinyal yang buruk,dan mencoba posting apa yang saya temukan tadi siang ditempat saya berada saat ini di kampung istri saya,karena saya sedang berkunjung ke sanak sodara dan nenek buyutnya anaku yang kangen dan hari minggu adalah waktu yang tepat untuk saya beristirahat,dimana selama 6hari saya gunakan semua waktu untuk berusaha warung kopi selama 24jam.

Apakah yang saya temukan tadi siang???
Sesuatu yang mungkin sangat meberikan satu lagi wawasan dan informasi untuk anda, masih ingat postingan saya yang ini:

Kali ini kita akan bandingkan dengan apa yang saya temukan tadi siang.
Nah kira-kira apa yang anda pikirkan tentang seorang pedagang makanan yang umurnya mungkin sudah tua dari nenek anda,tapi masih terus mencari nafkah dengan cara yang halal.

Kita sebut saja ibu pedagang inidengan nama Ibu E,(nama saya samarkan) setiap hari berkeliling membawa dagangan yang berupa makanan ringan,lauk pauk yang ia masak sendri di rumah dan jajanan anak.

Percayakah anda Ibu E ini berjualan dari siang hari sampai jam 9 malam berkeliling beberapa kampung,berharap ada yang mau membeli dagangannnya yang sangat sederhana.
Di sebuah tempat dagangannya itu,kalo didini disebut “nyiru” ia membawanya dengan cara disimpan diatas kepala,sungguh ia sangat mempunyai skill yang luar biasa saat membawa benda yang lumayan berat itu tiap hari.
Saat ia mampir ke rumah nenek istri saya tadi siang ia menjajakan dagangannya di pintu dapur,karena anak saya sangat suka jajan ke Ibu E ini,karena ia sangat ramahke semua orang termasuk anak saya.
Saat itu saya lihat ibu E ini membawa beberapa ikan goreng bandeng,saat ditanya berapa harganya,murah juga pemirsa,cuma Rp.2500 wow… Semur kepala ayam seharga Rp.2500/potong,beberapa sayuran dan kolak,namun ada satu barang dagangannya yang ia jual yang menarik perhatian saya,saya coba liat beberapa butir jeruk dan ternyata sudah mulai membusuk. Mungkin kemari jeruk itu masih sangat segar,namun karena tidak laku,jual itu masih ia bawa dan dijual dengan harga murah Rp.500/butir mungkin dibawah harga modal. Itu iya lakukan daripada menanggung kerugian yang lebih besar.
Coba anda bayangkan pemirsa,berapa penghasilan ibu E ini perhari???


Dengan melihat dagangannya yang begitu murah,kita otomatis bisa melihat jika keuntungannya pun pasti sangat minim,beruntung jika habis,kalo ada sisa,itulah mengapa ia sampai dagang hingga malam hari.
Disaat semua orang menggunakan gas sebagai bahan bakar untuk memasak,Ia memasak dengan kayu bakar yang ia cari di gunung atau kadang menjadi buruh potong rumput,dll.
Demi mencari nafkah ditengah kejamnya persaingan usaha dan kerasnya kehidupan ini,orang tua di umurnya yang senja harusnya diam dirumah menikmati masa tuanya dengan penuh kasih sayang anak dan cucunya,tapi kondisi kemiskinan dinegara kita merenggut semua harapannya dari Ibu E ini,ia masih harus menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya.

Sungguh ironis kan jika dibandingkan dengan postingan dengan postingan saya minggu lalu tentang pengemis yang bilang gini:

“sepi… Dari jam 7malam sampe jam 10,cuma dapet Rp.50ribu..”
percayakah anda??? Kemarin teman bloger fbh kita ridertasik sudah membuktikannya saat berkunjung ke warungasep,betapa begitu oyalnya ia jajan dan belagunya para pengemis itu.

Masih banyak sekali yang ingin saya bagi untuk anda pemirsa tentang bagaimana kehidupan orang2 yang kurang beruntung di negeri kita ini. Mungkin anda sering melihat acara reality show di televisi yang menayangkan bagaimana kondisi orang2 yang kurang beruntung dengan segala kondisi kehidupannya yang dramatis,dan banyak yang bilangitu hoax atau rekayasa belaka untuk rating,namun percayalah pemirsa,masih banyak kehidupan orang2 yang kurang beruntung disekitar kita,dan apakah anda sadar? Bantulah mereka,merekalah yangpantas anda bantu,daripada pengemis-pengemis jalanan yang malas dan sebagian sudah kaya daripada anda.

Semoga berguna…

Advertisements

52 Comments

    • Anaknya juga sama jualan seperti ini,mantunya sakit,cucunya banyak,anak laki2nya merantau… Jadi masalah yang sangat komplek,hampir ra2 sama terjadi disetiap warga miskin dinegri kita… 😀

  1. Gpplah..toh mreka bkln dpt ganjaran, stidaknya para pengemis diakhirat nanti akan dihilangkan wajahnya,shingga tak satu pun orang bakalan mengenali…

  2. Mantap nih ulasanya..
    Ngeri emang jerat kemiskinan.. miris sekali dengan segala jerih payah-nya ibu tua (yg terhormat) ini mungkin tetap akan miskin..

    Sorry curhat.. Jadi inget ibu ane yg dulu thn 90-an sbg wiraswasta kecil yg super gigih dan commit dengan cita2-nya bahwa 5 anaknya kudu tuntas kuliah..
    Alhamdulillah, semua usaha keras, ketabahan dan doa beliau terkabul..DAN beliau bisa tenang beristirahat di masa tuanya..

  3. .. Bener banget . . . rata-rata pengemis dan pengamen berpenghasilan lebih tinggi dari yang kita bayangkan.. Beberapa yang saya tahu saat mereka tukar receh ke tempat saya, mereka mengaku mendapat sekitar 100 ribu dari ‘kerja’ setengah hari saja. Bahkan ada yang sampai 300 ribu lebih per harinya. Bikin miris jika dibandingkan dengan nenek tua penjual makanan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.