Fenomena Petasan Spirtus Yang Menjadi Virus Buat Bocah Di Bulan Ramadhan


Prajurit Spirtus membawa artileri mereka..

Warungasep – Hampir sudah seminggu Warungasep saya tinggalkan, karena ceritanya sekarang saya lagi liburan di kampung, menikmati puasa pertama dalam suasana sejuk pegunungan, merasakan bagaimana teraweh berjama’ah di mesjid yang selalu penuh dari awal hingga akhir ramadhan, dan yang paling seru adalah menikmati sensasi ngabuburit diiringi suara petasan yang dimainkan para bocah-bocah yang meledak bersahutan, menambah suasana meriahnya acara ngabuburit di kampung.

Tapi Ramadhan kali ini berbeda sengan sebelumnya, karena petasan yang digunakan kali ini bukan petasan mesiu atau petasan konvensional yang biasa kita temukan, disini dikampung saya sedang trend menggunakan petasan yang berbentuk seperti meriam mini yang terbuat dari kaleng bekas yang dicostum dan alat peledaknya menggunakan spirtus dan magnet yang terdapat pada korek api gas yang biasa ditemukan di warung.


Nah kemarin sewaktu istirahat siang, saya mendengar ledakan petasan dibelakang rumah dan suara riuh anak kecil, dan ternyata mereka para bocah sedang merakit petasan spirtus, nah kesempatan buat saya untuk mencoba memperhatikan dan berbagi untuk pemirsa semua.

Ternyata sangat sederhana sekali pemirsa, bahan2 yang digunakan antara lain:


– Kaleng bekas susu cap Beruang, atau sarden kalengan.
– Tali yang terbuat dari ban bekas.
– Lakban
– Magnet yang diambil dari korek gas.
– Spirtus.


Petasan ini mekanismenya adalah, meledakan gas yang berasal dari spirtus yang berada didalam silinser meriam kaleng dengan pemicunya dari sebuah percikan api magnet, suaranya mirip knalpot mio yang meledak, tapi lebih keras, semakin panjang dan semakin banyak spirtusnya, maka akan semakin besar suara ledakannya, pokonya kereen pemirsa.
Penasaran?
Nah berikut cara buatnya:

  • 1.Kaleng dilubangi dan disambung

    Petama mereka melubangi bagian tengah kaleng, tapi gak semua dibuat lubang,hanya bagian bawah saja yang lubang semua, nah bagian atas kaleng terdiri dari lubang besar dibagian tengah dan lubang2 kecil yang dibuat memakai paku dibagian sisi tengah lingkaran kaleng.
    Setelah itu kaleng disambung, karena bagian atas dan bawah sesama kaleng sangat klop dan presisi, sehingga mudah disambung, nah untuk menjamin kuatnya, ikat memakai tali karet dan balut memakai lakban.
  • 2.Pasang Kaleng bertutup

    Nah dibagian bawah dipasang kaleng berbeda, yaitu kaleng bertutup, biasanya yang digunakan kaleng bekas pestisida dll, nah dari lubang inilah nantinya spirtus dimasukan.

    • 3.Memasang Magnet pada tutup kaleng

      Nah inilah sebagai “detonator”nya, percikan magnet yang menghasilkan api nantinya akan memicu ledakan didalam meriam.
  • 4.Spirtus

    Spirtus dimasukan kedalam botol bekas farpum, sehingga nantinya bisa diatur bagaimana kadar yang dibutuhkan, dan juga praktis tinggal semprot karena menggunakan spray sebagai regulator.

Bagaimana cara meledakannya?


– Pertama Masukan spitus kedalam lubang meriam, dengan cara disemprotkan beberapa kali, lalu segera tutup, semakin banyak semakin keras ledakannya.

  • Kocok meriam supaya spirtus tadi berubah menjadi gas.

  • Arahkan ke tempat yang lapang, karena efek ledakannya mengeluarkan api yang keluar dari ujung lubang.

  • Tekan detonatornya yang berada pada tutup kaleng tadi, tekan beberapa kali, dan dooooorrr….
    suaranya bagaikan meriam…

  • Dikarenakan tidak ada fotonya, maka saya upload saja videonya, coba lihat bagaimana cara memainkannya.

    dan anknya pak ustadz pun tak mau ketinggalan 😀

    Tapi ingat pemirsa, bukan berarti permainan bocah ini aman, resiko pasti ada, belakangan ini banyak kabar korban dari petasan seperti ini. Maka dari itu peran orang tua sangat penting.

    Perlu bimbingan dari orang tua atau orang ahli dalam pengawasan demi keselamatan, karena adanya fenomena ini sebenarnya bukan hanya permainan, tapi juga untuk menambah gairah para anak2 untuk belajar berpuasa.

    Semoga berguna…
    Foto&video dokumentasi pribadi

    Advertisements

    58 Comments

    1. Waduh jangan dishare ah, mlh menyebar nih ilmu hitam hehe
      pami d daerah abdi mah aya meriam karbit disebutna kuluwung bahan na tina tangkal randu/kawung versi kecil na awi ge bisa, bahkan kadang2 dijadikeunn lomba rameeeeeeeeeeeeeeeeeee pisan kang

      Selamat menunggu istri memasak

    2. taraweh oge teu tenang da beledag beledug teu paruguh tina sora lodong spirtus. asa hayang ngababuk anu nyeungetna. eeeh sihoreng anak sorangan anu ngabeledugkeun na.
      — amar tasikmalaya —-

    3. Wah ternyata permainannya udah modern menurut saya..【✖サⅰ..サⅰ..サⅰ..✖】 di kampung abi mah masih karbit w di sunut na lodong.. • °ωkωkωkωkωkωkωk° •.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.




    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.