☃ Hasil Uji Nyaliku Semalam ☃

Warungasep – Dunia terasa berputar terlalu cepat, rasanya baru kemarin hari Jum’at, sekarang jum’at lagi. Nah berarti semalam adalah malam jum’at ya?

Malam yang sangat tabu, yang dianggap malamnya para “jurig” 👿 dan malam yang tepat untuk melakukan aktifitas “sunah rosul”(u know what i mine) 😀 . Maka dari itu semalam rasanya sangat sepi dan sunyi sekali saat saya melakukan riding malam menuju rumah dari kantor Warungasep tepat pada pukul 00.30 WIB malam tadi. Wew…

Kemalaman dikarenakan yang gantiin shif jaga Warungasep bagian malem malah lagi belajar mobil, hadeuh jadinya saya hrus ikutan uji nyali malam ini.

Start pas pukul 12 malem lebih 15menit, saya betot gas bersama si bletak ndor unyu-unyu melintasi jalanan sepanjang 10km, sepanjang perjalanan itu separuhnya dari jalanan kota, terdapat pula jalan kampung. Nah biar cepat saya mengambil jalan pintas ya walaupun “katanya” tidak pernah ada orang yang lewat jalan situ kalo malem, apalagi semalem adalah malam jum’at nih wah jadi semakin tertantang buat uji nyali. Wew…


kontur jalan aspal mulus namun dipenuhi pasir kasar dan kerikil…

Saya masih ingat pesan mertua saya, kalo jangan sekali-kali lewat jalan itu tengah malam, disana sarang “nini riyud” wew… Cerita tentang sosok penghuni gunung angker yang dilewati saya semalem sangat kental di masyarakat sekitar dan sangat mengetahui kondisi keangkeran tempat tersebut ( pernah dibahas sekilas disini dan disanaaaa ) membuat saya sedikit ciut nyali, tapi rasa penasaran ingin mencoba, dan membuktikan apakah benar tentang mitos tersebut.

Separuh perjalan barulah saya sampai di pinggiran pemukiman penduduk dan memasuki area angker tersebut. Untuk menghalau rasa sunyi saya pun dari awal memakai headset dan memutar beberapa lagu saat spooky riding semalem.

Lagu Counting dollars eh… Counting Stars dari One Repulic berhasil membangkitkan keberanian saya, melewati tanjakan turunan dengan kecepatan 0km/jam(speedonya rusak #surem 😀 ) pada kitaran 0x1000rpm(gak ada RPMnya 😀 #kasian bingit) akhirnya saya berada tepat di titik dimana fokus keangkerannya berada disana.
Kondisi jalan yang berkelok seperti huruf “U” saya berbelok ke kiri 2 kali dengan bergaya Markowes mereng-mereng dengan nikmat karena berada di sebuah turunan.
Namun tiba-tiba pada saat ujung turunan dan saya berbelok kekiri ada sesosok yang mengagetkan saya.
Wow….


di turunan ini terdapat penampakan tadi malam. 👿

Sosok apakah itu?
Penasaran???
Ah gak mau saya sebutin, soalnya kan gak ada bukti.
Biasanya orang gak akan percaya kalo gak ada bukti otentik,
“no pict Hoax”
begitulah biasanya…

Pemirsa…
Semalam itu saat saya sedang enak cornering pada turunan lalu belok ke kiri tiba-tiba ada seekor Lasun atau Careuh.. Eh apa ya nama Indonesianya??? Oh… Musang yang sedang terdiam ditengah jalan, Musang yang sangat beusaaaaaarrrr sebesar musang itu seakan menghalangi jalan saya.
Tentu saja saya kaget bukan kepalang, untung saja saya masih bisa mengendalikan si bletak ndor, coba kalo gk? Wah bisa masuk jurang pemirsa… 😀

Sialan tuh musang koplak ngagetin aja, gak level banget dikagetin sama yg begituan, ngarepnya sih ada penampakan neng Kun-kun atu bro Poci atau om Gendo kek…
Halah… Ada-ada gajah pemirsa…

Satu lagi kesempatan saya gagal ketemu mereka…
Mungkin next time ya… 😀
Atau mungkin hantu itu gak ada???
Ayo kita buktikan…

31 Comments

  1. lain ditewak…trus tungguan jurig na, pas datang bari menta duit: “neng ieu piaraana lepas untung aya aa” trus jadian weh……

Komen Gratis !