Sepenggal Kisah Salah Seorang Veteran Perang Di Tasikmalaya

image

Foto saat para pejuang kemerdekaan di Tasikmalaya

Warungasep – Masih dalam suasana memperingati hari pahlawan, semoga kita senantiasa masih mewarisi semangat perjuangan dari para pahlawan kita yang telah berjuang memerdekakan kita hingga kita bisa menikmati hasilnya saat ini.


Mengingat akan hal itu, tiba-tiba saja teringat bahwa dulu saya pernah menjadi saksi hidup salah seorang yang kita bisa sebut beliau adalah pahlawan karena pernah berjasa melawan para penjajah dan menjadi bagian dalam perjuangan kemerdekaan republik Indonesi ini.

Namanya adalah Miharja, atau biasa disebut Abah Harja atau Abah Aja. Sewaktu hidup ia sering mengunjungi Warungasep karena ia suka ngobrol dengan ayah saya. Beliau meninggal beberapa tahun yang lalu dan entah berapa tahun usia beliau saya tidak tahu, namun jika mendengar ceritanya, pada waktu muda ia selalu bercerita tentang perjuangan dan menjadi bagian dari TNI untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan melawan penjajah.

image

Motor apakah itu? salah satu foto saat Belanda melakukan agresi militer

Sebenarnya saya sudah lupa akan semua ceritanya, namun yang saya masih ingat adalah cerita saat ia dan teman seperjuangannya menghadang tentara Belanda.

Ia bercerita saat itu keadaan Tasikmalaya sangat genting, Fb karenakan adanya agresi militer Belanda di negara kita yang padahal sudah merdeka membuat rakyat pun berontak dan mencoba melawan, nah bagaimana caranya ia menghadang para tentara Belanda tersebut, berikut ceritanya yang masih saya ingat.

“Ketika Belanda akan menuju Jogja, Mereka pun lewat Tasik. kami mencoba menghadang mereka di depan kebun jati(sekarang tepat didepan SMA2 Tasikmalaya) dengan cara menghalangi jalan mereka dengan menebang pohon dan meletakanya melintang di sepanjang jalan yang mereka lalui. berharap perjalanan mereka terganggu dan kami mudah menyerang mereka” ujar abah Aja.

Ia bercerita bahwa mereka berusaha menghambat perjalanan iring²an para tentara Belanda dengan menebang pohon dan meletakannya melintang di tengah jalan, dan pada saat itu mereka berniat menyerang secara membabi buta. Namun yang terjadi tidak seperti yang di bayangkan. berikut penuturannya.

“Kami menunggu di balik hutan jati dengan senjata seadanya dan bambu runcing. Nah barulah ketika iring²an datang dan mereka tidak berhenti, malah dengan mudahnya pohon-pohon yang melintang itu berhasil didorong malah pohon yang masih berdiri pun tumbang oleh tank-tank baja para Belanda.” ujar sang kakek yang sangat ahli menyelam di palung sungai.

Bisa dibayangkan jika pohon-pohon yang sudah susah payah mereka buat sebagai penghalang malah percuma, karena dengan mudahnya sebuah tank menyeruduk batang pohon sehingga jalan mereka pun kembali lancar.

Nah ketika saya ingat cerita itu, saya menemukan sebuah arsip berupa beberapa foto sejarah yang tersimpan rapi dalam arsip yang didokumentasikan oleh para tentara Belanda saat berada di Tasikmalaya. dan saya tertuju pada salah satu foto ini:

image

Lihat betapa mudahnya sebuah tank menumbangkan sebatang pohon kelapa.

Nah foto tersebut seakan membuktikan cerita abah Aja diatas. Bisa dibayangkan betapa sulitnya perjuangan mereka, mereka tidak menyerah dan dengan bermacam cara pun mereka lakukan.
Saya pun tanya, apakah abah Aja dkk melawan pada waktu itu?
Dan ia pun menjawab, sempat juga ada baku tembak, soalnya sebagian dari tentara kita juga punya senjata, banyak juga yang gugur, tapi mereka memutuskan untuk menghentikannya dan lebih memilih untuk bergabung dengan TNI yang lain untuk pergi ke Jogjakarta.

Dan apakah kalian percaya, mereka pergi kesana dengan berjalan kaki. bayangkan saja jarak ratusan kilometer mereka tempuh dengan jalan kaki sungguh perjuangan yang luar biasa, dimana mereka kesana hanya untuk membela kedaulatannegara dengan mengorbankan segalanya termasuk jiwa dan raga demi kemerdekaan negara kita.

Sebenarnya banyak sekali yang ia ceritakan, cuma sungguh sangat disayangkan karena ketika dulu ia bercerita saya anggap hal itu sangat membosankan dan cenderung acuh saja dan hal itu sangat saya sesali. andai saja ia masih hidup, akan ku tuliskan semua ceritanya dan ku posting di blog, biar semua orang tahu bagaimana perjuangan mereka para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan kita hingga kita bisa menikmatinya saat ini.

Semoga kita selalu ingat akan perjuangan mereka, dan meneruskan semangat mereka dan wujudkan cita cita mereka untuk memajukan negara kita dan menjaganya untuk masa depan ana cucu kita yang lebih baik.

Selamat hari Pahlawan…. Merdeka…..

sumber foto: Album foto grup facebook Tasikmalaya Tempoe Doeloe

Email : warungasep@gmail.com
Facebook:
http://facebook.com/warungasep.coffeecenter

Posted from WordPress for Nokia X2-01

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.