Warungasep Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1437 H Mohon Maaf Lahir dan Batin

meme ktp minal aidzin lebaran

Suara Kembang Api di kampungku, bersahutan dengan suara takbir yang dikumandangkan anak-anak kecil yang bersemangat disetiap masjid. Ternyata suara Kembang Api tak hanya ada di tahun baru, tapi juga menjadi pertanda hari raya datang, Hari Raya Idul Fitri yang pada tahun 2016 ini adalah Idul Fitri tahun 1437 di tahun Hijriah. bisa jadi juga disebut hari raya rakyat Indonesia karena mayoritas Muslim ada di negara kita jadi semua orang di Indonesia bisa merayakan dan menikmati hari raya kita ini dengan suka cita.

Terkadang suara Kembang Api itu selalu membuat kita berkomentar, “duh, sayang banget mereka pada buang-buang uang cuma buat dibakar…” Tak ada gunanya memang, malah suara keras ledakannya justru menggangu, terlebih lagi jika di hari raya ini ada yang sakit keras atau ada yang punya bayi yang rewel pastinya sangat membuat jengkel.

Banyak juga yang berkomentar, apa gak lebih baik dari pada uang dibelikan kembang api mendingan disodakohkan saja ke orang yang lebih membutuhkan? Pokonya, banyak sekali anggapan negative tentang apa yang dilakukan orang-orang di Lebaran ini, itulah kehidupan bermasyarakat di daerahku, itu baru komentar mengenai kembang api, bagaimana dengan tetangga yang beli mobil baru? motor baru? Istri baru eh apa pun itu di kala Lebaran terkadang banyak hal yang membuat kita mempunyai penyakit hati seperti iri, dengki terhadap sesama, itu semua karena perilaku kehidupan bermasyarakat kita yang memang sudah menjadi hobi pamer, sombong dan juga kikir. Kecemburuan sosial itulah yang terjadi, antara si kaya dan si miskin, orang yang berkecukupan terkadang hilang rasa saling menghargai dan mengasihi dan juga orang yang serba kekurangan lupa akan rasa mensyukuri nikmat.

Nah itulah, Rasa Syukur Nikmat. Alangkah bahagianya jika kita memiliki hal tersebut dalam hidup kita. Ehm… Artikel ini bukan dakwah atau kata puisi/sajak ya pemirsa sebenarnya saya ini mau sedikit memberikan catatan pengalaman pribadi tentang apa yang selalu saya rasakan tak kala hari raya tiba.

Betul, setiap Bulan Ramadhan tiba saya selalu mendapatkan berbagai macam pelajaran berharga tentang kehidupan, mendapatkan jawaban tentang semua pertanyaan, petunjuk dari segala permasalahan juga terkadang mendapatkan do’a yang dikabulkan.

Sebagai imam sebuah keluarga kecil yang selalu mencari kebahagiaan, saya juga masih harus banyak belajar tentang arti kebahagiaan sejati. Definisi kebahagiaan bisa diartikan sebagai kesenangan didunia dengan segala apa yang diinginkan selalu tercapai, itu bukan? Lalu bagaimana jika tidak dapat mencapai hal tersebut? wah berarti saya tidak bahagia?

Saya masih ingat dulu ketika awal menikah, Lebaran pertama saya bersama istri, naik motor klonengan Supra dari Viar VX-100. Bayangkan, disaat yang lain udah pakai motor baru, saya masih pakai Mocin? Gara-gara Istri selalu lihat Vario merah maroon yang parkir didepan Warung ia selalu merengek minta ganti motor. Apa daya, saya ini cuma berprofesi penjaga warung kecil ukuran 2×2 meter dengan barang dagangan seadanya, dengan penghasilan seadanya, apa yang bisa saya lakukan? Ya, buat beli baju Lebaran saja perjuangannya luar biasa.

Lebaran kala itu, Lebaran pertama kami, kadang saya masih belum bisa menghadapi rewelnya Istri, apalagi dengan segala macam permintaanya dan ketika saya belum bisa mencukupinya, saya seakan merasa menjadi suami yang termiskin didunia. Yang gagal membahagiakan istrinya. Namun disaat Lebaran pertama kami itu, Alloh yang maha pemurah memperlihatkan sesuatu yang menjadi pengobat rasa kufur saya.

Gak ada gambar yang bisa mengilustrasikan apa yang saya lihat waktu itu

Gak ada gambar yang bisa mengilustrasikan apa yang saya lihat waktu itu

Ketika saya berkendara dengan rasa malu karena motor butut saya di Lebaran itu, ada seorang Ayah yang membonceng anaknya diatas sebuah sepeda, seperti dengan kami, mereka juga sepertinya akan melakukan silaturahmi ke sanak sodara. Perbedaan antara kami dengan Ayah dan anak itu adalah kami mengendarai motor dengan rasa tidak bahagia karena motor butut, sedang mereka tertawa bahagia, tertawa anak kecil itu makin menjadi tatkala menuruni sebuah turunan dengan jalanan berbatu karena posisi duduk anak itu membuat ia memantul-mantul diatas sepeda. Disitulah, kenapa??? Ya, kenapa saya pake motor, dengan baju, sandal dan celana baru tidak bahagia, sedangkan mereka, Ayahnya memakai baju kemeja lusuh, celana hitam yang sepertinya yang biasa dipakai sehari-hari, cuma anaknya yang memakai baju baru. Dan mereka cuma pakai sepeda, tapi masyaAlloh, mereka cukup, mereka bisa tertawa bahagia dengan kondisi seperti itu, bagaimana jika saya atau pemirsa ada diposisi mereka??? Subhanalloh… Kurang apa lagi kita?

Lebaran-lebaran selanjutnya banyak sekali hikmah yang saya dapatkan, pastinya akan sangat panjang sekali jika saya tuliskan diartikel ini. ( Baca juga : Vario pertamaku ).

Dan pada Lebaran kali ini, saya juga mendapat beberapa pelajaran. Sama tentang rasa syukur dan bagaimana menyikapi sebuah masalah. Jika boleh curhat, pada beberapa bulan kemarin, tempat usaha saya mengalami kerugian, Warung saya kecolongan beberapa barang. Pencuri licik itu membuat usaha saya sedikit terhambat karena modal yang berkurang. Menghadapi Lebaran, Usaha rugi, ditambah menghadapi bulan Ramadhan dimana Warung tidak bisa buka di siang hari, otomatis pendapatan berkurang, sedangkan kebutuhan harus dicukupi. Bagaimana ini? Bisa dibilang Bulan Ramadhan tahun ini jadi Ramadhan terberat, saya bahkan hampir lupa dengan pelajaran-pelajaran di tahun sebelumnya.

Disaat kebingungan kemarin, saya bahkan merasa waduh harus usaha apalagi saya ini? Putus asa dengan kondisi usaha yang terpuruk, tiba-tiba disaat terik siang hari saya melihat seorang penjualan balon keliling dengan sepeda yang terus teriak-teriak memanggil pembeli sambil berteduh dibawah pohon.

wp-1467819828884.jpg

Subhanalloh, berat mana usahaku dengan usahanya???
Usaha saya sudah cukup nyaman dengan tanah milik sendiri(bukan ngontrak), tidak perlu mengayuh sepeda di bawah terik panas matahari. Tak hanya itu, beberapa hari kemudian, saya menemukan penjual keliling yang mendorong roda Arco yang membawa serta anaknya :

wp-1467819851803.jpg

Disaat anak saya atau anak pemirsa sedang asyik bermain smartphone atau menonton TV disiang hari, anak mereka harus ikut membantu usaha orang tua. Ya Alloh, cukup! Cukup kau tunjukan bagaimana karuniamu kepada kami, saya kembali istigfar dan bersyukur dengan apa yang masih saya miliki saat ini.

Seorang Ayah membawa anaknya berjualan walaupun sedang sakit

Seorang Ayah membawa anaknya berjualan walaupun sedang sakit

Dan yang harus lebih kita syukuri adalah keluarga, apalagi jika keluarga kita masih lengkap, maka hendaklah kita bisa membahagiakan mereka, saya sudah tidak punya Ayah, dan hal yang sangat saya sesali adalah kenapa saya tidak sempat mebahagiakan mereka di waktu ia hidup.

asep astri

Cuma di mimpi saja saya bisa merasakan kembali bersama dengan beliau, andai ia masih hidup? banyak sekali yang ingin saya lakukan bersamanya…. Ayah, inilah cucumu… Mungkin alangkah bahagianya ia ketika menggendong anaku, Ayah, walaupun saya cuma bisa punya motor ayo kita jalan-jalan menengok kolam kita dan memberi makan ikan-ikan kita…. Ayah, walaupun penghasilanku pas-pasan, tapi apa yang kau minta akan aku belikan. Subhanalloh… Alangkah bahagianya buat orang yang saat ini masih memiliki seorang Ayah. Begitu juga seorang Ibu.

ibu asep astri

Jadi, ya ini bukanlah dakhwah atau ceramah, tidak ada hadist, ayat Al-Qur-an atau ucapai para Kiayi yang saya copas diartikel ini, karena saya masih belum mampu memberikan itu, saya masih harus banyak belajar, dan masih butuh bimbingan. Jadi artikel dengan kata-kata acak-acakan ini semoga bisa memberikan inspirasi bagi pemirsa yang pada Lebaran ini masih belum bisa menemukan arti kebahagian sejati yang sebenarnya sangat mudah didapatkan jika kita bisa merasakan syukur akan nikmat tuhan yang telah diberikan selama ini.

Oke, dan di hari Lebaran ini saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H Taqobalallohu minawaminkum Siyamana wasiamakum Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin…

meme lebaran 2016

This entry was posted in Story, Warungasep and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Warungasep Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1437 H Mohon Maaf Lahir dan Batin

  1. wewe gombel says:

    met hri raya idul fitri kang.. oh ya fotona siga ariel peterpan euyy..

Leave a Reply

Your email address will not be published.