Harga Rokok Naik 2 Kali Lipat, Baru Wacana… Harga di Warung Masih Tetap!

harga rokok naik 50ribu

Harga Rokok di Mini Market Rp 50ribuan? Harga rokok di warung gimana?

Warungasep.net – Akhir-akhir ini heboh di Sosmed banyak yang upload foto harga Rokok yang gila-gilaan harganya, dari mulai Rp 50ribuan hingga Rp 100ribuan, wow… Lalu gimana harga rokok di Warung-warung? disini, di Warung saya Warungasep, harga rokok masih tetap gak ada kenaikan… (Baca : Update harga rokok terbaru Agustus 2016 ).

Memang akhir-akhir ini pemberitaan tentang Harga rokok akan naik Rp 50.000/bks merebak dan menjadi viral. Tapi setelah saya setelah ditelusuri ke agen-agen dan ke sales, harga naik cuma baru wacana pemerintah, ada yang bilang tidak tahu dan ada yang bilang cuma isyu politik saja. wah, benarkah begitu???

Saya pun yang biasanya gak suka baca media politik dan Bisnis mencoba mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dan berita ini ternyata bermula dari hasil studi yang dilakukan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, yang melakukan survei ke 1000 orang yang hasilnya 72% mengatakan jika mereka akan berhenti merokok jika harga rokok berada di atas Rp. 50ribu. Dikatakan pula jika penyebab banyaknya konsumen rokok di Indonesia adalah karena harga yang sangat terjangkau bagi semua kalangan termasuk anak-anak dibawah umur, sebagai informasi kabarnya harga rokok di negara kita ini paling murah daripada negara lainnya, bahkan di Singapura harga rokok hingga Rp. 120ribuan/bks. Hmmm, yang aneh survei kok cuma ke 1000 orang pak??? wkwkwk

Nah hasil ini ternyata didengar oleh Pemerintah yang mendengar usulan hasil “survei 1000 orang” ini yakni dengan menaikan cukai rokok sebagai upaya pemerintah untuk menekan konsumen rokok. Lalu kapan harga rokok yang artinya naik hingga 2 kali lipat ini diberlakukan???

Ternyata pemerintah yang dalam kasus ini adalah pihak Direktorat Jenderal Bea Cukai masih mengkaji, mereka juga masih mempertimbangkan pengaruh terhadap aspek lainnya, seperti yang di ungkapkan pejabat Direktur Jenderal Bea Cukai, Bpk.Heru Pambudi berikut ini :

“Kita harus komunikasikan dengan seluruh stakeholder, baik yang pro kesehatan maupun yang pro industri, petani karena pasti ada tarik ulur di situ. Kalau cuma dengarkan salah satunya, bisa bangkrut itu,” ungkapnya kpd liputan6

Selain itu, kabar dari gedung wakil rakyat pun isyu ini sudah panas, ada yang pro ada juga yang kontra, wah udah pastilah itu mah.. perang-perang deh kalian disana pak, wkwkw… Dan mungkin berikut ini adalah efek postif dan negative jika harga rokok naik 2 kali lipat…

Efek Postif Kenaikan harga Rokok

  • Peningkatan pendapatan Negara lewat cukai rokok, meningkat 2 kali lipat dari Rp 150 triliun menjadi sekitar Rp 350 triliun, wow.. angka yang super sekali pak, tapi bapak yakin gak mau korupsi tuh uang? janji pak?? arrggg…
  • Pengendalian konsumsi rokok, harga yang mahal membuat masyarakat jadi gak mampu beli, kabarnya faktor kemiskinan di negara kita karena konsumsi rokok… jadi bisa mengurangi konsumsi rokok.
  • Hasilnya untuk menambah anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS terutama untuk mengobati penyakit efek rokok
  • Meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, itu juga jika pabriknya gak bangkrut karena poin ke 2 diatas hehe…
  • Indonesia lebih sehat, gak ada penderita penyakit akibat perokok aktif apalagi pasif, dll
  • Mungkin, pendapatan warung seperti saya bisa meningkat.. semoga saja.. aamiin..

Efek Negatif kenaikan harga Rokok

  • Pertumbuhan Ekonomi turun, ini karena kontribusi industri Tembakau yang menyumbang 5 hingga 7% pertumbuhan ekonomi, tak hanya itu, dalam output nasional 1,37 persen atau setara 12,18 miliar dolar AS. Di sektor pajak industri pertembakauan memberi kontribusi terbesar 52,7 persen, bandingkan dengan BUMN yang hanya 8,5 persen, real estat dan konstruksi (15,7 persen) atau kesehatan dan farmasi (0,9 persen).
  • Banyak Pabrik Rokok yang Bangkrut, efek dari kurangnya konsumsi rokok
  • Menambah angka kemiskinan. Pekerja di sektor tembakau akan menganggur, karena 6,1 juta rakyat Indonesia adalah pekerja di Industri rokok…
  • Mungkin, tukang warung omsetnya turun, karena pembeli yang sedikit.. aduh, semoga saja tidak pak! 😥 😥 😥

Jadi kesimpulannya… Pemerintah sedang mengkaji kebijakan ini, tujuan mereka sih baik, mengurangi konsumsi rokok yang sebenarnya justru berbahaya bagi kesehatan. Tapi, mereka juga harus mempertimbangkan efek baik buruknya kebijakan ini. Dan sekali lagi, tidak akan mudah membuat orang berhenti merokok, di negara kita rokok seakan menjadi budaya yang turun temurun,dan  tak semua penyakit berasal dari lintingan daun tembakau ini. Saya yakin, efek harga Rokok naik ini hanya untuk sebagian orang saja, mungkin untuk orang mampu membelinya rokok masih akan menjadi konsumsi sehari-hari, apalagi jika harganya mahal, mungkin rokok jadi barang ekslusive yang membuat prestige nantinya hehe…

Tapi, saya pribadi sebagai orang yang ikut andil dalam penjualan rokok(dalam kurung tukang warung eceran rokok) sih menerima saja, toh, saya cuma dapet untung dari laba recehan saja, demi dapur tetap ngebul pak! cuma ya, sedikit sumbangan saran saja pak, jika mau menaikan rokok, sebaiknya kenaikan rokok dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang diatur pemerintah, jadi jangan langsung menaikan harga rokok secara mendadak, maklum pak modalnya terbatas nih saya cuma wong cilik, hiks… Jadi cukup sekian, harga rokok di warung masih normal, belum ada kenaikan, pemerintah masih mengkaji dan peraturannya belum di sah kan, jika ada harga rokok di Indomaret atau ditempat lain yang naik, saya belum tahu.. oke, semoga berguna, maaf tulisannya acak-acakan pak, saya cuma punya ijasah SMP, hiks 😥 terimakasih…

Baca juga yang menarik lainya :

Ditulis oleh Warungasep.

Kontak Warungasep.net :

  • Email : warungasep@gmail.com
  • Facebook : Warungasep.net
  • Blogspot : Motorjipi.com
  • Twitter : @Warungasep
  • Whatsapp : 085222233573

Posted from WordPress for Kalkulator<

This entry was posted in Berita, Warungasep and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Harga Rokok Naik 2 Kali Lipat, Baru Wacana… Harga di Warung Masih Tetap!

  1. Waww4n says:

    Klo ingin mengendalikan konsumsi rokok dan menjadikan Indonesia lebih sehat, sampeyan jangan lagi jualan rokok …… tp itu hak anda, hla wong hukum & agama aj gak ngelarang, hyaa tooh …?

    Tergantung anda sendiri sekarang, pertimbangan income / kesehatan masyarakat ? 😀

  2. ivanantonia1 says:

    Kuduna bati penjualan kudu tepat sasaran kangge rakyat leutik.

  3. Tedi says:

    Tenanaon roko naek jadi 50rb sebungkus asal harga beras 1500/litr biar petani mogok tani biar gk makan seindonesia

  4. Pingback: Harga Rokok September 2016 : Maxus, Rokok Baru dari Classmild Harga Rp 13ribuan | WARUNGASEP★★★☆☆

  5. Anonymous says:

    60 juta masyarakat krj di pabrik rokok. Masyarakat miskin kalo perokok menurun. Yg buat artikel mulutnya bullshitttt.

Leave a Reply

Your email address will not be published.