Hermann Tilke Optimis Motogp di Palembang Indonesia Bisa Direalisasikan Tahun 2019?


Desain Sirkuit Jaka Baring Palembang karya Hermann Tilke

Warungasep.net – Bicara tentang Motogp Indonesia kita sudah diberi angin segar sejak tahun 2015 lalu, kabar jika Indonesia akan mengelar Motogp tahun 2017 ternyata tidak terwujud, dan impian itu seakan musnah tatkala, Dorna lebih memilih sirkuit Chang Thailand untuk menambah seri Motogp di tahun 2018 nanti… Lalu, apakah Motogp Indonesia hanyalah mimpi yang tak akan penah terwujud, selamanya???

Lay Out Sirkuit Jaka Baring Palembang

Dan satu lagi harapan itu kembai muncul nih pemirsa… Dan ironisnya kabar berita Motogp Indonesia bukan berasal dari tanah air, melainkan dari media Jerman, Speedweek… Mereka sempat mewawancarai desainer sirkuit kondang asal Jerman Hermann Tilke perihal progress sirkuit di Indonesia… Dan hasilnya, harapan yang musnah saat mendengar kabar Indonesia gagal jadi tuan rumah kembali diberi angin segar nih pemirsa, karena sang desainer sirkuit kondak tersebut begitu optimis jika Indonesia bisa menggelar Motogp di tahun 2019 nanti… wah, benarkah bisa begitu??/

Media Jerman Speedweek memuat berita tentang wawancara mereka dengan Tilke beberapa waktu, lalu, mereka menanyakan beberapa hal tentang sirkuit di Indonesia… Dan karena isi beritanya pakai bahasa Jerman(bukan bahasa Inggris) jadi cukup sulit untuk menterjemahkannya pemirsa, jadi untuk itu saya sudah merubahnya kedalam bahasa Indonesia biar mudah dibaca dan dan dicerna.. Dan berikut ini adalah hasil terjemahan dari situs speedweek Jerman kedalama bahasa Indonesia :


Hermann Tilke

Hermann Tilke: «Indonesia GP 2019 realistis»
Oleh Günther Wiesinger – 18/09/2017 17:11
Arsitek balapan balapan Jerman Hermann Tilke prihatin dengan pembangunan jalur GP baru di Palembang / Südsumatra. Bisa beroperasi pada 2019.

Ketika datang ke Dorna, Indonesia 2019 adalah untuk pertama kalinya sejak 1997 lagi menjadi tempat GP motor.

Tilke GmbH & Co KG di Aachen telah lama mulai merencanakan. Karena perbatasan darat telah berubah, tata letak rute masih direvisi. Namun, itu hanya sedikit dimodifikasi.

Piste sepanjang 4.311 km di Palembang, ibu kota provinsi Sumatera Selatan, sedang dibangun pada Asian Games yang berlangsung di bulan Agustus dan September 2018.

“Karena Asian Games, landasan pacu yang lebih tinggi sedang dibangun di Palembang dari bandara melalui pusat kota sampai ke daerah,” kata Hermann Tilke. “Jika Anda tinggal di pusat kota Grand Prix, Anda akan dibawa langsung ke arena pacuan kuda atau kembali ke bandara dengan kereta Monorel ini.”

Ransel piston GP baru adalah politisi provinsi Sumsatra Selatan yang ingin meningkatkan pariwisata dan mengatur Grand Prix.

Pada garis yang ideal, kemiringan akan diperpanjang lebih dari 4276 meter, itu mencakup tiga garis lurus, waktu putaran harus 1:30 menit, rata-rata untuk MotoGP pada 172 km / jam.

Palembang adalah kota terbesar kedua di Pulau Sumatra ke Medan. Ini merupakan ibukota provinsi Sumatera Selatan.

Palembang adalah salah satu kota tertua di kepulauan Malaysia dan Asia Tenggara. Palembang terletak di Sungai Musi di pesisir timur Southumatra; kota ini membentang di atas 369,22 kilometer persegi dan menampung sekitar 1,8 juta orang. Hal ini menjadikan Palembang yang masuk keenam terbesar dari Indonesia ke Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Semarang.

Dalam diskusi dengan SPEEDWEEK.com, arsitek balapan balap Hermann Tilke (61) mengungkapkan detil pertama tentang sirkuit baru, yang dibangun di samping kemudi.
Tuan Tilke, Anda telah membangun banyak arena pacuan kuda di negara-negara eksotis. Kita bisa membayangkan bahwa ini sering menimbulkan masalah. Apa kesulitan dengan proyek Palembang?

Kemiringan dibangun di samping kolam mendayung Asia ini. Masalahnya adalah bahwa pembangun harus mengisi medan.

Karena medannya sangat rawa karena cekungan mendayung sebelahnya. Juga harus diisi agar tidak terendam saat banjir. Hal ini membuat tugas kita sulit.

Meski demikian kita berada dalam rencana eksekusi. Beberapa arsitek telah terbang ke Singapura setelah GP Formula 1 melakukan pembicaraan teknis lebih lanjut.

Dari halaman perencanaan, kita cukup jauh. Langkah selanjutnya sekarang akan menjadi tempat pembuangan akhir situs.
Seberapa besar peluang landasan pacu untuk MotoGP World Cup 2019 akan siap?

Saya hanya bisa mengatakan status saat ini: Saat ini aman. Orang-orang Indonesia telah bernegosiasi dengan kepala Dorna, tapi mereka belum menandatangani kontrak. Dia ingin melihat terlebih dahulu bahwa itu juga mendahului.

Konstruksi jalur balapan dibiayai oleh orang pribadi.

Manajer Dorna telah mengunjungi situs ini, dan Petugas Keamanan Franco Uncini ada di sana.
Dan batas akhir GP 2019 itu realistis?

2019 itu realistis ya. Entah itu 2019 atau 2010 berlangsung, saya tidak bisa mengatakannya sekarang. Tapi dari sisi kita sebagai pembangun 2019 realistis.

Seluruh rangkaian dibangun di atas dasbor. Pada 2019, keseluruhan instrumentasi sudah tersedia. Semuanya akan ada di sana.
Kembali ke Sentul dikandung, tapi ditolak?

Kami telah membuat konsep tentang bangunan baru Sentul. Tapi kemudian ide dari GP-track di Palembang datang sangat cepat ke Asian Games.
Anda juga sedang membangun rute baru di Kazakhstan. Bisakah ini menjadi sirkuit MotoGP baru?

Kami sudah lama berada di sana. Sirkuit ini pastinya bukan Formula 1-capable. Bagi MotoGP itu mungkin. Tapi apakah kontrak dengan negara bagian Dorna, saya tidak bisa menghukumnya.

Berita aslinya bisa pemirsa lihat di situs http://www.speedweek.com/motogp/news/116159/Hermann-Tilke-Indonesien-GP-2019-ist-realistisch.html

Nah, dari berita diatas apakah pemirsa bisa mangambil kesimpulan???
Jika tidak salah mengartikan(mohon dikoreksi kalo salah) Hermann Tilke seakan membenarkan jika saat ini Palembang tengah membangun infrastruktur untuk mendukung digelarnya Motogp, salah satunya adalah dengan merenovasi bandara Sultan Mahmudd Badarudin di Palembang sana dari semula landasan pacu atau Runawaynya hanya 3000m menjadi 4.311 m, ini berarti lebih panjang dari landasan pacu bandara Soekarno-Hatta (3,660 m) bahkan lebih panjang dari bandara internasional negara lain seperti Changi- Singapura (4,000 m) atau Narita-Jepang (4,000 m). wow… Tentu hal tersebut untuk mendukung sarana dan prasarana gelaran event balap kelas dunia tuh pemirsa, juga pembangunan renovasi bnadara ini juga untuk mendukung terselenggranya event Asian Games yang akan berlangsung bulan Agustus dan September tahun 2018 nanti…

“Karena Asian Games, landasan pacu yang lebih tinggi sedang dibangun di Palembang dari bandara melalui pusat kota sampai ke daerah,” kata Hermann Tilke. “Jika Anda tinggal di pusat kota Grand Prix, Anda akan dibawa langsung ke arena pacuan kuda(sirkuit) atau kembali ke bandara dengan kereta Monorel ini.”tambahnya…

Wuiih, bakal ada monorel nih pemirsa, info ini cocok dengan sumber dari Palembang sana yang kabarnya sedang membangun sarana ini… Nah, pertanyaan lainnya kapan nih sirkuit Pelembang ini akan dibangun? Dari sumber lain mengatakan jika pembangunan sirkuit di Pulau Sumatera ini akan mulai digarap ilke seelah gelaran Asian Games 2018 selesai. Dari pihak Dorna sendiri belum memastikan, cuma dari pihak Hermann Tilke tentu mereka sangat optimis jika mereka bisa merealisasikan sirkuit Indonesia ini di tahun 2019 nanti.. wuiihh

Nah, Herman pun memberikan bocoran tentang desain Sirkuit Palembang nantinya :

“Pada garis yang ideal, kemiringan akan diperpanjang lebih dari 4276 meter, itu mencakup tiga garis lurus, waktu putaran harus 1:30 menit, rata-rata untuk MotoGP pada 172 km / jam”ungkapnya..

Namun, pembangunan sirkuit Palembang yang kabarnya akan dibiayai oleh “orang Pribadi” ini bukan tanpa kendala, Tilke menyebutkan beberapa masalah diantaranya :

“Kemiringan dibangun di samping kolam mendayung Asia ini. Masalahnya adalah bahwa pembangun harus mengisi medan. Karena medannya sangat rawa karena cekungan mendayung sebelahnya. Juga harus diisi agar tidak terendam saat banjir. Hal ini membuat tugas kita sulit. Meski demikian kita berada dalam rencana eksekusi. Beberapa arsitek telah terbang ke Singapura setelah GP Formula 1 melakukan pembicaraan teknis lebih lanjut” Ungkap sang desainer yang juga arsitek sirkuit Sepang Malaysia ini…

Yupz, masalahnya tentu letak posisi sirkuit ini yang berada di pingir danau di komplek stadon Jaka Braing Palembang, tentu sang arsitek sudah memperhitungkan akan kemungkinan terjadi banjir atau semacamnya… Jadi semoga saja apa yang dikatakan Hermann Tilke ini disa direalisasikan tuh pemirsa… hehe, Namun pertanyaannya, kenapa info pembangunan sirkuit Motogp ini tidak ada kabar dari Indonesia ya? Malah dari negara lain? hehe… Semoga saja berita ini bukan PHP lagi dan mimpi Indonesia punya sirkuit yang layak dan bisa mengelar Motogp bisa terwujud, kasian pak, mosok mau Nonton Motogp harus terbang dulu ke Malaysia, hiks… Kalo menurut pemirsa gimana? Mongo komentarnya…

Baca juga yang menarik lainya :

Ditulis oleh Warungasep.

Kontak Warungasep.net :

  • Email : warungasep@gmail.com
  • Facebook : Warungasep.net
  • Blogspot : Motorjipi.com
  • Twitter : @Warungasep
  • Instagram : Warungasepnet

Posted from WordPress for Kalkulator<

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.