Tes Ride dan Review Honda CRF150L, Motor Trail Buat Pemula Dengan Kenyamanan Juara!


Tes Ride Honda CRF150L (Pict : Mas Didik NH)

Warungasep.net – Apa jadinya jika tukang jaga warung kopi disuruh ngetes motor trail? Pastinya gak ada yang mau baca, dan dibacanya juga malah jadi ngawur, karena bukan ahlinya, hehe.. Apalagi walaupun saya punya sampingan jadi blogger yang membahas info seputar otomotif roda dua, kebanyakan aktifitas berada di “belakang panggung” alias ngetik artikel bukan tampil “eksyen” didepan kamera seperti layaknya Vlogger dll. Apalagi yang saya tes ini bukan motor street bike biasa, atau motor skutik pada umumnya yang biasa kita pakai sehari-hari pemirsa, tapi motor yang mungkin hanya dipakai segelintir orang saja yang hobi berpetualang dan punya jiwa sejati yang gak punya rasa takut, takut jatuh, takut becek takut kotor takut velg bengkok, takut body motor baret karena gantinya mahal dan indennya lama, dll, hehe..

Untuk itu, mungkin lebih pantas jika artikel review Honda CRF150L yang baru dirilis oleh AHM kemarin ini disebut “icip-icip” atau tesride singkat saja, dan saya harap jika tulisan saya ini hanya bisa dimengerti oleh kalangan awam atau nubie dan bisa jadi ditunggu oleh para bikers yang mungkin belum berpengalaman seperti saya, karena mungkin diluaran sana juga banyak sekali yang penasaran dengan motor garuk tanah ini, apakah aman dipakai pemula, apakah nyaman buat dipakai rider dengan tinggi badan pendek #eh dan apakah jatuhnya sakit, dll… hehe Jadi buat pembaca dari kalangan profesional atau mungkin bikers yang pro dan berpengalaman dalam bidang motor jangkung ini mohon untuk dikoreksi jika saya salah kata atau boleh juga tertawa atas kebodohan saya ini, saya terima kok, hiks 😥 …


Oke, jadi begini ceritanya… (Marlin mode on )
Pasca perilisan Honda CRF150L di daerah sekitaran BSD Serpong Tangeran kemarin, kami diajak PT. astra Honda Motor (AHM) untuk merasakan riding memakai motor terbaru mereka. Tapi, yang cukup mengejutkan dan bisa dibilang sangat mengejutkan adalah kita ngetesnya bukan di trek biasa atau trek dadakan cuma lurus dan belokan saja seperti kita ngetes motor baru di mall-mall gitu pemirsa, tapi merasakan langsung di sirkuit tempat motor ini biasa dipakai ngetrack yaitu dilintasan off-road.. wow banget bukan…

Wah, bagaimana ini, kok tega sih AHM membiarkan para blogger dan para jurnalis yang (mungkin) belum pernah sebelumnya merasakan sensasi motor trail di track aslinya langsung yang areanya masih di sekitaran BSD, duh lupa nama tempatnya pemirsa…. Apalagi para blogger yang ikut, hanya pak Didik NH saja yang pernah nyoba sirkuit ini, sedangkan yang lain awam semua, hehe… Sebut saja JodiemotovlogHD yang biasanya bawa moge kini harus bawa motor untuk blusukan lumpur, ada lagi Ferboes.com yang punya masalah dengan tinggi badan, saat ditanya gimana rasanya? dia jawab “Awalnya ngeri mang, tadinya malah mau batal ikut, tapi pas jalan eh enak… dapet 3 lap malah pengen lagi, hehehe” ujarnya…

Bagaimana dengan saya? Ya sama pemirsa, awalnya juga ada rasa takut.. waduh gimana nih, kalo sekedar coba motor trail biasa kayak motor modifan gasstrack dari GL modif yang dikick starter balik nendang atau Force1 modif sih udah pernah, itu pun cuma ngetes bentar saja, ini gimana dengan motor trail langsung dengan tinggi jok 86,9 cm yang pastinya 10cm dari motor kebanyakan pasti yang dipikirkan sebelumnya, waduh ngeri nih pemirsa…

Tapi pihak Panitia dari AHM meyakinkan jika saat kita jalan nanti malah asyik, terasa Fun dan seru, maka tak ayal mengapa komunitas motor seperti ini banyak, ya karena keseruan dan sensasinya itu pemirsa, hehe… Nah, disana lah muncul rasa penasaran dan menghilangkan rasa ketakukan yang sebelumnya menyelimuti pikiran ini, preeeett…

Terasa seperti Power Rangers gan riding wearnya wjwjwj

Untuk menjamin keselamatan, pihak Panitia juga sudah mempersiapkan wearpack, sepatu khusus, pelindung dada, knee protector dan helm cross serta goggle yang siap pakai… Beberapa unit Honda CRF150L dalam kondisi standar pun sudah siap dipakai bergantian, oke langsung saja naik.. wuih, dengan tinggi badan saya yang cuma 187cm ternyata masih jinjit, tapi gak sejinjit waktu saya tes CRF250Rally di Bandung tempo lalu… Semakin nyaman juga karena berat badan saya yang hanya 83kg ini membuat suspensi belakang dengan panjang Axle Travel 207 mm membuat jok agak turun, begitu juga dengan suspensi depan dengan Stroke 225 mm membuat ergonomi ridingnya malah mirip motor sport biasa jadinya, hehe…

CRF150L ini sudah pakai elektrik starter pemirsa, jadi tinggal pencet tombol, mesin nyala… masukan gigi lalu putar throttle gas gak langsung neyntak-nyentak yang seperti dibayangkan sebelumnya, tapi bisa jalan dengan enteng melewati jalanan yang gak rata.. Dengan berat motor yang hanya 122kg menjadi sangat enteng ketika melaju, kombinasi velg alumunium yang ringan, suspensi depan Upsidedown dengan frame semi double cradle membuat handlingnya mudah dikendalikan dan gak berat… ajaib pemirsa… ternyata jalanan yang gak rata itu bisa dilibas seperti kita jalan di jalanan aspal yang rata, emang mantap banget nih USD dari brand Showa dengan ukuran diameter inner tube 37 mm ini, tak hanya membuat tampilan gagah tapi juga sangat empuk, jauh dibandingkan suspensi biasa …

Pict : Sumarlin

Trek yang kita lewati pertama memasuki pelataran kebun, dengan jalan setapak… Kontur tanahnya tanah merah dan beruntung kita gak jalan di waktu hujan, karena kalo ujan wuih kebayang lengketnya pemirsa, hehe… di beberapa tikungan pertama kita belum menemukan rintangan, tapi beberapa tikungan kemudian kita ketemu beragam macam variasi rintangan, dari mulai tanjakan kecil atau disebut table top hingga turunan, enak kita bisa ngerasain loncat-loncat kayak atlet Motocross di Tv, wkwkwk ya walaupun gak terbang melayang gitu setidaknya merasakan loncat dari tanah itu jadi sensasi tersendiri yang membuat bawa motor trail seperti ini gak kalah seru dengan cornering di aspal sirkuit.

Pict Sumarlin

Tak hanya itu, di beberapa ratus meter kita lewati kita menghadapi rintangan yang agak lebih ektreme, sebut saja ada beberapa parit, kita diharuskan turun dengan kemiringan entah beberapa derajat yang bisa dibilang cukup ekstreme buat saya dan yang lainnya. beberapa meter kemudian kita langsung menemukan tanjakan dan mungkin jika kita bawa motor bisasa gak akan mungkin kita lewati pemirsa, tapi dengan mesin 150cc SOHC dengan power 12,9 Ps dan Torsi sebesar 12,4 Nm sangat cukup untuk menghajar rintangan tersebut. Gak ada istilahnya ngeden atau gak kuat nanjak tuh pemirsa… apalagi ketika kita melewati kubangan lumpur berair yang becek, wuiih ban tahu atau ban pacul bawaan CRF yang awlaupun bukan tipe ban untuk kompetisi dan bisa dibilang masih standar ini gak licin dan slip dan terus maju layaknya kita riding dijalanan biasa…Mantap…

Pict : Sumarlin

Sayangnya, saya gak bawa action cam nih jadi gak bisa menggambarkan keseruan kita kala itu. Jika kita orang awam pas ngelihat kondisi trek seperti ini emang cukup ngeri pemirsa, tapi untungnya sebelum kita terjuan ke medan off-road ini, ada isntruktur yang memberikan sedikit pembelajaran dan beberapa trik untuk melewati berbagai rintangan, misalnya ketika kita menghadapi tanjakan posisi riding badan kita harus berada dekat ke setang dengan posisi berdiri dan maju kedepan, untuk membuat bobot kita berada diatas dan gak “ngejengkang” ke belakang, dan sebaliknya ketika kita melewati turunan tajam maka posisi badan kita duduk dan bertumpu di jok belakang dengan posisi tangan kita lurus memegang stang kedepan untuk menjaga bobot kita supaya berada di belakang untuk menahan motor supaya gak terlalu berat kedepan, lebih singkatnya begitu.

Disaat kita riding kita juga gak terlalu banyak over gigi dan hanya memakai gigi 1, 2 dan 3 saja, begitu juga rem, gak terlalu banyak dipakai pemirsa… Yang mungkin bisa saya rasakan pasca bawa motor ini ternyata gak sengeri yang awalnya bayangkan, pas kita jalan malah enjoy dan menikmati setiap rintangan… Bisa dibayangkan jika kita terbiasa main-main ditrek seperti ini bisa jadi hobi baru bagi pemirsa untuk merasakan sensasi berkendara yang berbeda dengan motor lainnya.

Pict : Sumarlin

Maka dari itulah mungkin mengapa saat ini banyak sekali bermunculan para pecinta motor trabas atau offroad seperti ini… Tapi kebanyakan mereka lebih memilih untuk memodifikasi motor standar dengan berbagai macam aksesories dan spare part tambahan hingga bisa dipakai di kondisi trek ektreme seperti ini, karena belum banyaknya pabrikan yang menjual motor dual purpose atau gak menjangkau semua kalangan terutama di daerah pinggiran. Dan untuk itu, PT. AHM akhirnya menyajikan sebuah motor yang khusus dipersembahkan oleh para pecinta motor off-road atau penyuka aktifitas Trabas dengan nama produk All New Honda CRF150L ini.

Karena AHM menjaual motor dual sport-nya ini di jaringan dealer AHASS reguler yang berarti tersebar di ribuan dealer resmi Honda di seluruh Indonesia. Dan kesimpulan yang saya ambil untuk motor seharga Rp 31,8jutaan OTR Jakarta ini adalah motor yang dinantikan oleh pecinta offroad di Indonesia kini sudah ada, gak perlu tanya ini itu atau tanya apakah bakal ini bakal itu, karena motor ini sudah satu paket dan sudah siap dipakai berpetualang di segala medan untuk menjelajah Indonesia. Dan bisa bilang jika motor ini juga cocok buat para pemula yang mungkin sebelumnya punya rasa takut akan motor seperti ini akan bisa langsung jatuh cinta ketika pertama kali mencobanya, dan intinya Honda CRF150L ini adalah motor yang cocok untuk dipakai untuk bikers Off-Road pemula tapi dengan satu paket kenyamanan yang juara! Dan pemirsa bisa buktikan itu jika langsung mencobanya nanti…

Oh ya, terkahir mungkin ada yang tanya jika motor ini apakah ditilang jika dipakai ke jalan raya? Tentu tidak pemirsa, karena motor ini merupakan motor yang street legal sesuai konsepnya yakni motor on-off road yang bisa dipakai di dua kondisi jalanan, dan karena motor ini sudah memenuhi persyaratan motor yang bisa dipakai dijalan raya seperti lampu depan lampu rem, spion dan tempat plat nomor polisi dari pabriknya, bukan dijual terpisah, hehe… Mungkin segitu saja artikel icip-icip CRF150Lnya pemirsa, mohon maaf kalo ada salah tulisan kalimat, dan jika ada yang ingin ditanyakan monggo tulisa dikolom komentar. Semoga berguna…

Baca juga yang menarik lainya :

Ditulis oleh Warungasep.

Kontak Warungasep.net :

  • Email : warungasep@gmail.com
  • Facebook : Warungasep.net
  • Blogspot : Motorjipi.com
  • Twitter : @Warungasep
  • Instagram : Warungasepnet

Posted from WordPress for Kalkulator<

9 Comments

  1. Pesan yang ingin disampaikan lewat rame-rame test ini adalah : WAJAR CRF150 INI DIHARGAI 31,8 JUTA !!! (selisih lebih dari 12 juta dg Verza). Tapi buat saya, seting harga dari AHM ini semakin membuktikan bahwa kartel di industri otomotif Indonesia memang NYATA ADANYA. (Kalau bisa dihargai mahal seperti KLX, ngapain pula dihargai murah?!)

  2. Mantap, kang. Saya yang sekarang lagi berada disekitaran Tangerang malah nggak keajak (blognya masih cere. Wkwkwkwkwk…!!)

    Tapi kalo diajak juga kayaknya saya nolak. Soale sehari-hari cuma pake mongtor metik. Hahahha…!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.