Antara Imajinasi Dan Realita

Warungasep – Entah kenapa siang tadi tiba-tiba pandanganku tertuju pada Gitarku yang berdiri diatas kursi di Warungasep, rasanya aku telah merindukannya, kulihat gitarku sekarang catnya terlihat kusam, yang lebih mengagetkan lagi, lah kok senarnya ada yang putus, pantesan suaranya agak aneh, wah si Asep telah mencampakan gitarnya.

Jika melihat 4bulan kebelakang, gitar ini masih sering aku bermain dengannya, ia senang ketika aku menggelitikinya, hingga ia bisa mengeluarkan suara yang indah, tapi sekarang mainanku malah hp, bermain curat coret yang sebenarnya jika dipikir pikir gak ada gunanya, tapi entah kenapa ada sesuatu yang membuat aku semakin larut, terhanyut dan nyangkut pada sesuatu yang sebenanrnya bukan tujuan sebenarnya saat aku berniat membuat blog ini pada awalnya.

Yupz… Karena dulu 6 bulan yang lalu, aku masih bisa merasakan jika bermain gitar itu menyenangkan, bahkan gitar adalah sebuah media untuku dalam mengekpresikan segala sesuatu yang ada didalam pikiranku menjadi sesuatu bentuk karya seni dalam sebuah lagu yang kubuat dengan tanganku sendiri ,wew…

Tapi apa yang terjadi sekarang? Saat aku mencoba kembali memainkan gitarku, mencoba menyanyikan sebuah lagu, tapi kok berasa beda ya? Terasa hampa, gak ketemu bagaimana menikmati sebuah lagu yang kumainkan. Dan gak cuma itu, berbeda dengan dulu, bagiku sangat mudah untuku meracik sebuah lagu , dulu setahun bisa sampe 10lagu yang aku buat, tahun sekarang belum 1lagu pun, apa sebabnya ya?

Ngeblog? Bisa jadi… bisa jadi… (kang susis modeon) , aktifitas ngeblog mengakibatkan efek yang signifikan pada kemampuanku? Weleh kok bisa ya?


Jadi begini mungkin, jika dulu saat aku bisa enjoy dengan gitarku, rasanya ada suatu kebebasan berekspresi, sehingga tidak terikat pada peraturan2, hingga semakin realistis menjalankan sesuatu, seperti menciptakan lagu. Pikiran cenderung berimajinatif, atau terpacu pada sebuah hal yang gak rasionalis, hingga akhirnya dapat dipastikan hasilnya saya bisa mengekspresikan semua hal gila itu pada sebuah gitar hingga menjadi sebuah karya seni.

Ternyata hal itu berbeda 180 derajat terbalik dalam melakukan aktifitas bloging, atau saya sih lebih senang menyebutnya curat coret ngaco edisyen ala warungkopi, ternyata lebih mengutamakan pemikiran yang real atau nyata, ya mungkin pemirsa bahkan lebih tau apa maksud saya,hehe susah sih menjelaskannya apalagi saya yang bodoh ini, ya intinya aktifitas otak saat ngeblog itu lebih terkonsentrasi pada sesuatu yang lebih spesifik dalam hal penyampaian, gak asal2an, bukan hayalan, tapi walaupun terkadang memang itu harus dilakukan, tapi yang saya rasakan, ngeblog itu membuat perubahan pada diri saya, banyak hal yang saya alami, pengalaman dan pembelajaran yang secara tidak langsung saya dapatkan secara otomatis dari ngeblog sangat berguna untuk perjalanan hidupku kedepannya menjadi lebih baik, lebih dewasa dalam segala hal, lebih berpendidikan mungkin, secara saya ini hanya orang tak berpendidikan, ya pokonya banyak deh manfaatnya.

Jadi intinya, berbeda dengan dulu saat saya bermain dengan gitar dalam dunia Imajinasi , dan sekarang saya bermain dengan blog dalam dunia Realita , wew… Bener gak saya ngomong ini, kok rasanya ada yang salah??? Ya begitulah kira-kira pemirsa, si Asep lagi kesurupan lagi, ntar sadarnya kalo sudah ada spyshoot CBR bertanduk, ngoahahaha…

Selamat malam pemirsa, saya lagi berusaha nyelesain sebuah lagu baru yang gk tau kapan jadinya… Ironisnya pake gitar yang putus 1 senarnya 😀 #tepokjidat…

31 Comments
  1. Alfin Reply
  2. brigade jalan raya Reply
  3. nangnang Reply
  4. donin Reply

Komen Gratis !