NGOBRAS : Lengkapilah Spion Motormu… Jika Tidak “Goceng” Anda Melayang!

image

Pemuda yang tak pernah disidang

😎

Warungasep.net – Yang benar saja, Apa mungkin saya salah tulis? Tidak pemirsa, ini benar-benar terjadi. Kejadian yang dialami oleh seseorang, sebut saja namanya “R” Seorang pemuda yang bekerja menjadi seorang kurir ikan. Tiap hari ia bekerja mengantarkan ikan dari kolam penangkaran menuju ke Pasar Ikan. Tadi pagi, ia bercerita tentang pengalamannya di tilang Polisi. Sudah pasti jika kita membicarakan tentang tingkah polah kita atau tentang Polisi itu memang sesuatu yang menarik dan kadang sangat menggelikan pemirsa, maka itu saya menuangkannya dalam segmen khusus Ngobrol bersama di Warungasep bercerita tentang kisah lucu saat ditilang Polisi. ;D

Suatu hari si R ini pergi menuju ke arah kota Tasikmalaya bersama temannya. Bukan karna memang ingin taat aturan lalu lintas, tapi juga karena takut ditilang, ia dan temannya pun melengkapi kepala mereka dengan helm masing-masing. Sudah pasti SIM dan STNK tak pernah ketinggalan karena biasa ia simpan di dompet yang selalu ia bawa.

Melewati jalan protokol menuju ke persimpangan dari jauh sudah terlihat petugas Polantas berdiri mengincar pelanggar lalu lintas, si R bercerita bahwa kala itu terjadi di pagi hari dimana Polisi sedang giat-giatnya bekerja mencari dalam kutip “mangsa” 😀

Dan benar saja, setelah melewati lampu merah, peluit sang Polantas pun berbunyi….

“Priiit….” Suara peluit berbunyi…

Dengan sigap sang Polisi pun menghampiri si R yang sudah terlebih dahulu meminggirkan kendaraannya.

” Selamat siang dek, mohon tunjukan SIM dan STNKnya” perintahnya.

Si R pun menunjukan SIM dan STNKnya, tanpa bicara sepatah kata pun. Polisi tersebut lalu berkata,

“Ini motor plat Bandung, STNKnya baru di ganti ya?”

“Iya Pak, motor ini kan taun 2009, baru ganti” jawab si R.

“Mau kemana ini?” tanya Polantas.

“Nganterin sodara pak” jawab si R.

Polisi itu masih memegang STNK dan SIM, ia lalu memeriksa motor si R yaitu Jupiter MX lansiran tahun 2009. Ia memeriksa sampai ke bagian knalpot dan tutup pentil, dan terakhir ia lalu mengusap bagian batok motor si R.

“ini spion mana satu lagi???”

Aduh, mungkin si R tak habis pikir, ternyata ada saja sumber kesalahan dari si pengendara yang Polisi temukan. 😀

“pecah pak, belum sempat ganti” jawab si R.

“Ya sudah, ini pelanggaran” ujar Polisi tersebut.

Disana si R sempat menolak untuk di tilang, sampai memohon untuk di ampuni, hingga akhirnya sang Polisi pun melunak.

“Ya sudah, damai saja, masukin uangnya ke saku, jangan sampai keliatan orang” perintah Polisi tersebut

Polisi itu pun sambil menghampiri si R, dan mendekatkan saku celananya, dan si R pun, mengambil uang yang sebesar Rp. 5000 rupiah, dan tanpa di lihat oleh si Polisi, ia langsung memasukan uang tersebut ke dalam sakunya.

“Ya sudah, silakan jalan, jangan lupa pasang spionnya…”

“baik pak.. Terimakasih… “.

Si R pun langsung pergi memacu motornya, dan di jalan ia terus tertawa mengingat uang damai sebesar Rp.5000 tersebut. 😀

Sebenarnya pengalaman ditilang pun pernah saya alami bersama si R, suatu hari kami berdua membawa karung yang berisi beras yang kami bawa dari penggilingan padi hasil panen dan berniat membawanya ke Warungasep.

Motor yang di bawa si R, adalah kendaran tua, Honda C70, kami mrmbawa karung beras yang terlihat overload otomatis saat kami melewati Lampu merah Jati, suara peluit punmenghentikan kami.

Saya berusaha meyakinkan Polisi yang menilang kami bahwa kami hanya mengantarkan beras ke rumah saya yang berjarak 50 meter dari lampu merah tersebut.

Tapi Polisi tersebut tetap keukeuh bahwa saya harus menunjukan STNK motor tersebut.

Oke… Saya pun berangkat menuju Warungasep yang jaraknya tidak jauh. Kebetulan tetangga samping Warungasep adalah rumah salah seorang Polantas, maka saya pun berbicara dengan tetangga saya tersebut.

Menyadari hal tersebut, tetangga saya yang Polantas tersebut keluar rumah, dan melambaikan tangan ke arah Polisi yang menilang kami tadi, dan si R pun terlihat menyalakan motornya dan melaju ke arah Warungasep, hmmm… Masih beruntung ternyata nasib si R 😀

Nah ada lagi nih cerita tentang si R yang ditilang. yang ke 3 kalinya ia alami saat ia membawa ikan menuju ke Pasar Ikan, karena ia benar2 lupa tidak membawa helm ia memberanikan diri melewati lampu merah sambil membawa ikan sebanyak 60 kg di dalam plastik besar yang ia angkut diatas motornya.

Menyadari ada yang menghampirinya, ia pun berhenti untuk patuh kepada Polisi tersebut, sebelum pak Polisi tersebut berbicara secara formal tentang kesalahannya, ia terlebih dahulu berbicara.

“pak, saya tahu saya salah, tapi gimana kalo saya bawa ikan ini dulu ke Pasar?”

“tidak bisa, kamu harus saya bawa ke pos”

“aduh pak, kalo terlambat ikan ini bisa mati pak, bvapak mau tanggung jawab?”

Melihat jarak dari pos menuju ke Pasar Ikan yang tak terlalu jauh, Polisi tersebut mengikuti keinginan si R, dan benar ternyata Polisi itu mengikuti si R sampai ke kios Pasar Ikan.

Sesampainya di sana si R menurunkan plastik besar berisi ikan hidup. dan Polisi itu pun menghampirinya. Si R tahu apa yang ia hadapi, ia pasrah saja. Namun majikan si R yang melihat kondisi si R yang bersangkutan dengan Polisi ia lalu menghampiri.

Boss si R pun menanyakan apa yang terjadi dengan anak buahnya. setelah dijelaskan inti masalahnya, si Boss berusaha melobi sang Polisi. negosiasi pun berlangsung lama, tapi lama kelamaan suasana langsung mencair. Polisi dan boss ikan tersebut malah saling ngobrol dan pada akhirnya, proses tilang pun batal karena 1 kg ikan Mujair yang dibungkus dan diterima oleh Polisi tersebut mengakhiri kisah penilangan tersebut.

Akhir kisah yang bahagia, akhirnya sang Polisi yang hampir menilang si R pun malah menjadi pelanggan dan kenalan baru boss si R… 😀

Wow… memang ada ada gajah ya kisang polisi dan pelanggar lalu lintas di sekitar kita, ada saja yanh menarik unik dan menggelitik…

Sekian… 😀

Baca juga Kisah unik obrolan santai di Warungasep yang lainnya:

Advertisements

20 Comments

  1. saya pernah di tilang,,ketika ngajak damai ke polisi,pak polisi ngbuka buku supaya saya masukan uang ke sela2 buku ,alhamdulillah dengan uang 15 rb,7 pecahan 2000an plus 1 pecahan 1000an akhir nya selamat juga .cerita nya sama,,pak polisi gk ngeliat uang yg saya masukan ke sela2 buku .

  2. mantab 🙂 kalo kawan pertama nekat kabur. tapi bukan sembarang kabur. ceritanya si polisi membawa doi ke sisi jalan dekat pasar. seorang polisi itu juga bermotor. saat polisi menepi dan dia turun, kawan saya ini ingin kabur karena.masih di atas motor. tapi supaya polisi ga ngejar, kawan saya cabut dulu kunci motor polisinya, dilempar, lalu kabur. sadisss 🙂

    kedua ga kalah sadis. beliau lulusan pesantren. jago ceramah. jago karate. penampilan bak intel 😀 eh saat distop polisi yang rame sedang menilang, sohib saya ini berlagak anggota polisi juga 😀 bentak bentak 😀 pokoknya hebat deh sandiwaranya. akhirya dia lolos. hehe. 🙂

  3. kalo saia, “ditilang” dishub, kbtulan pk mbl kantor, panther minibus yg tanpa jendela/blind van, stlh nyerahin buku kir, petugasnya nanya surat pajak reklame, yg kbetulan mblnya bnyk tulisan iklan perusahaan dibodynya, krn gk bw, dia nawarin: dibantu apa tilang? kalo tilang, di sidang dendanya 500rb, mikir….. tilang aja pak! kbtulan tgl tua, cmn bw 20rb, masak ngasih segitu…. kt sy. lalu, dia tutup buku tilang, nyerahin buku kir dan bilang: ” udah segitu aja!”

1 Trackback / Pingback

  1. [NGOBRAS] Ngobrol Bersama Mekanik Yang Matanya Buta Sebelah Gara-gara Hal Sepele | WARUNGASEP★★★☆☆

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.