[NGOBRAS] Ngobrol Bersama Mekanik Yang Matanya Buta Sebelah Gara-gara Hal Sepele

image

Jajang N. Mekanik yang juga Personil Orkes Dangdut yang mengalami kebutaan sebelah matanya karena hal sepele…

Warungasep.net – Sepertinya sudah lama nih saya gak nulis artikel khusus tentang obrolan antara penjaga warung dan pengunjung warung yang unik, lucu atau terkadang banyak keanehan. Ya, saya beri nama segmen ini dengan kata NGOBRAS yang artinya NGOBrol Bersama di warung ASep… 😀

Namun Ngobras kali ini berbeda karena obrolanya dilakukan bukan di Warungasep pemirsa, melaikan disebuah bengkel langganan saya yang mekaniknya adalah sahabat saya sendiri, namun terakhir saya service dibengkelnya sekitar bulan September lalu dan setelah itu ketika saya service lagi, bengkelnya tutup, dan walaupun buka mekanik yang juga mantan drumer band saya dulu ini tidak ada.

Sudah 2 kali berkunjung, mekanik yang bernama Jajang ini tetap tidak ada ditempat, mencoba bertanya dan minta no hpnya, ternyata tidak aktif, ada apa gerangan? Dan barulah pada bulan syawal kemarin saya menemukan dia sedang manggung disebuah gelaran acara Band Dangdut Agustusan, dan mendapatkan kabar bahwa ia sudah kerja di bengkel lagi… asyik… 😀

Ada alasan mengapa saya memilih bengkel umum daripada AHASS, yaitu tanpa ba bi bu karena saya pernah kecewa, bahkan sering kecewa dengan bengkel tersebut, titik! udah jangan dibahas, dan karena bengkel umum selain bisa lebih murah, servicenya memuaskan, sparepart gampang dan bisa lebih murah, dan karena mekaniknya seorang teman jadi walaupun Isi dompet tekor, disana saya bisa ngutang wkwkwkwkw 😀 Tapi sang pasti motor bisa menjadi seperti apa yang kita inginkan…

Oke, kembali ke taufik eh topik pemirsa… saya bertanya kenapa kok dia sekian lama tidak ada bekerja di Bengkel???
Dia menjawab karena selama hampir setahun kemarin dia mengalami kecelakaan, dan kini matanya buta sebelah. Cukup mengagetkan pemirsa… dan saya lihat memang pada fisiknya teman saya tersebut sudah berubah, matanya sedikit picek dan pupil matanya memutih… :'(

Lalu saya tanya gimana kejadiannya? (Saya translatekan ke bhs Indonesia saja, aslinya Sunda 😀 )

“Kejadiannya sudah hampir setahun lalu, tepatnya habis ngeronda malem rasanya kelilipan, entah debu atau apa tapi tidak dirasa. pulang jam 2 malem langsung tidur dan bangun pas sudah Subuh, perasaan perih pun sudah gak ada, cuma ya ada sedikit yang mengganjal di mata, tapi saya biarkan saja.” Ceritanya…

Lalu gimana kok bisa parah gitu??

“Nah, pada hari pertama sih masih cuma terasa geregelan biasa, awalnya saya pikir, ah cuma kelilipan biasa, terus saya cuma beli obat tetes mata, pasti besoknya sembuh” ungkapnya..

“Tapi sudah 2hari masih terasa ada yang mengganjal. Lalu saya putuskan untuk pergi ke dokter. Tapi anehnya dokter bilang tidak ada apa-apa cuma kelilipan biasa…”

Wah, kedokter mana? Dokter specialis yang di depan Kantor Walikota bukan?? Kata saya…

“Bukan, dokter …(dokter umum), cuma dikasih obat biasa saja dan bilang nanti juga sembuh..” tambahnya..

Wah, Malpraktek ya Jang?? Tanya saya

“Gak tau… nah, barulah hari ke 3 besok hari setelah saya balik dari dokter “…..” masyaalloh, rasnya kaya ditusuk nih mata… gak enak badan, kepala sakit, rambut kaya dijambak dan perihnya naudzubilah, ngeriii Sep..” ceritanya..

Ckckckck berati malpraktek ya Jang???

“Pokonya aneh, hari pertama dan kedua sih biasa saja, Nah hari ke3nya nih parah banget, parah… saya dibawa sama keluarga ke Dokter Specialis mata, dan gak bisa bangun, tidur saja gak bisa gerak, soalnya kalo gerak, sakitnya minta ampun…”

Terus??

“Disana saya diobati dan diperiksa, dan benar ada benda asing masuk ke dalam mata(retina pas didalam pupil ada benda seperti besi kecil sebesar debu), bendanya berkarat dan jadi infeksi… kata dokter”

Wah parah Jang, kok bisa ada besi masuk ke dalam mata???

“Gak tau Sep, sumpah saya yakin kejadiannya pas pulang Ronda malem itu… nah ke dokter itu tiap hari di lab dan diperiksa, tapi kabar buruknya setelah satu minggu Doter itu pun menyerah, katanya sudah parah dan terlambat dibawa kesana, pilihan lain terpaksa harus dibawa ke Bandung” jawabnya…

Oh ke Bandung? Ci Cendo ya Jang???

“Ya, Cicendo… kesana saya berobat dan terapi selama 6 bulan, awalnya seminggu sekali, terus 2 minggu hingga 1 bulan sekali ke sana… Tapi ya alhamdulillah saya sehat, tapi ya saya harus terima harus jadi cacat seperti ini..” curhatnya…

Habis berapa Jang berobat kesana?

“Ya lumayan lah, saya terima saja sebagai musibah, tapi ya alhamdulillah rezeki mah ada dan cukup” jawabnya…

Disana bisa diambil kesimpulan bahwa jangan sepelekan jika kita terkena masalah pada mata, walaupun cuma kelilipan upayakan bisa dibersihkan, kalo masih terasa ada yang mengganjal, secepat mungkin kunjungi dokter khusus atau specialis Mata, karena mata adalah alat paling vital bagi manusia, bayangkan jika kita hidup tanpa indera penglihatan dan merasakan seperti orang buta? Semoga Alloh menjauhkan kita dari mara bahaya…

Kalo boleh sedikit curhat, apa yang dialami oleh temen saya sebenarnya juga pernah saya alami pemirsa… Bulan Maret kemarin saya sempat mengalami kecelakaan. Sewaktu melakukan aktifitas di Warung saya yang kala itu sedang memuat tumpukan kardus diatas motor, dan ketika mencoba mengikatnya dengan tali karet yang ujungnya terdapat kawat pangait tiba-tiba terlepas dan mental tepat kearah mata sebelah kanan saya, lihat fotonya :

image

Seketika mata saya menjadi gelap, dalam hati berpikir wah saya buta… “Ya Alloh apa salah saya sehingga mendapatkan kecelakaan seperti ini??” Ya, mata saya sekita hanya bisa melihat sebelah saja, darah mengucur, tanda ada luka didalam retina. Seketika saya pergi ke Puskesmas terdekat berharap mendapat pertolongan pertama, tapi apa yang saya dapat setelah lama menunggu antrian cuma dapet marah dari sang Mantri karena saya tidak punya Jamkesmas dan segala macem tetek bengek pemerintah, aduh saya cuma butuh P3K, atau tindakan yang seharusnya tapi apa yang saya dapat??? Ya begitulah mungkin pelayanan kesehatan di Indonesia hehehe

Selanjutnya saya terpaksa disuruh kerumah sakit “tanpa rujukan” karena gak punya “kartu sakti” untuk berobat. Oke, saya langsung ke RS terdekat, tapi sesampainya di RS, diperiksa sebentar mereka bilang, “wah harus dibawa ke Dokter specialis mata, disini gak bisa” wew, bagaimana perasaan anda???
Saya pun pergi ke dokter specialis mata, pada awalnya saat salah seorang perawat yang memeriksa ia dengan perasaan seding berkata “Sing sabar nya A… sing Sabar” kata-kata yang membuat saya, aduh pasrah deh, terima saja saya buta… hiks… hiks… 😥

Tapi setelah dokter ahli yang memeriksa, bisa membuat saya lega, karena saya hanya mengalami pendarahan, bisa sembuh dengan beberapa syarat, dengan terapi dan rutin berobat dan istirahat total.. dan Alhamdulillah kondisi saya bisa lebih baik dengan kondisi yang dialami teman saya… Saya karena kecelakaan, sedangkan dia karena hal sepele, kelilipan benda asing…

Dan bagi saya pribadi, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Apa yang saya alami saya sikapi sebagai teguran dari Tuhan. Saya sadar selama ini mungkin jauh dari Tuhan, teguran ini membuka hati saya untuk bisa lebih mendekatkan diri dan beribadah… Mencaba belajar lagi, minimal membaca Al-Qur’an, mengkajinya dan semoga bisa mengamalkannya…
Semoga kita semua diberi keselamtan dan dijauhkan dari marabahanya… aamiin..

Baca juga yang menarik lainya :

Ditulis oleh Warungasep.

Kontak Warungasep.net :

  • Email : warungasep@gmail.com
  • Facebook : Warungasep.net
  • Blogspot : JagaWarung
  • Twitter : @Warungasep
  • Whatsapp : 085222233573
  • BBM : 5451DFC1

Posted from WordPress for Kalkulator

Advertisements

21 Comments

  1. semoga nambah rejekinya euy . pernah juga kelilipan naik motor langsung di kucek 3 hari ga enak terus akhirnya berobat eh di balik kelopak nempel serangga . ga enak banget kalo sakit bagian mata . mau di kucek malah jadi parah

  2. Astagfirullah ngeri binggo. Ane gemeteran bacanya soalnya lbh serem dr artikel malam jumatnya mang kobay. Ngebayanginnya ituloh gakuat…

Tulis Komentar anda dibawah ini, Maaf jika tidak terbalas, silakan hubungi kontak fanspage.. Thanks!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.