Blogger dan Vlogger #GasKeHondaBikersDay2019 : Hari ke-2, Explore Daerah Dieng !

Warungasep.net – Setelah kenyang makan-makan dan mengunjungi Candi Borobudur di hari pertama (Baca : Blogger dan Vlogger #GasKeHondaBikersDay2019 : Hari ke-1, Makan-makan! ), di hari kedua dalam rangkaian Blogger dan Vlogger #GasKeHondaBikersDay2019 tepat nya di hari Jum’at(30/11) kit diajak AHM untuk mengunjungi beberapa tempat menarik di daerah Dataran Tinggi Dieng. Dari mulai ke kebun Teh,ke Telaga Warna di Dieng Plateau hingga ke Candi Arjuna. Di Hari ke-2 ini terasa special karena kita kedatangan petinggi AHM yaitu Ibu Istiyani Susriyati selaku GM HC3 yang ikut bersama rombongan.

Pagi hari, sebelum fajar rombongan sudah berada di puncak Gunung, yaitu di tempat yang diberi nama Bukit Sikunir. Penuh perjuangan untuk sampai kesini, untungnya saya gak ikut, meding turu wae lah, hehe… Dingin! Tapi menurut beberapa kawan yang pergi kesana, memang tempatnya asyik banget, terutama untuk menikmati sunrise. Katanya, pemandangan sunrise disini paling indah dibandingkan di daerah lainnya, karena panorama peunungan yang berjejer dan kita berada di puncak yang paling tinggi.

Di siang harinya, baru deh saya baru ikut rombongan. Kali ini kita diajak untuk menikmati kesejukan pegunungan Teh, sekaligus mengunjungi sebuah Pabrik Teh yaitu Teh Tambi. Pasti pemirsa gak mengenal merk Teh ini bukan? Yupz, saya juga, hehe… Ternyata produk Teh ini kebanyakan dipasarkan untuk pasar Ekspor ke Amerika, India dan negara-negara di Eropa, wuiih jadinya untuk pasar lokal dijual hanya di daerah Wonosobo saja.

Kita diajak ke perkebunan teh yang menghampar luas hijau menutupi pegunungan sejauh mata memandang, disini kita diberikan pemahaman tentang daun teh, mengenal jenis-jenis teh, cara memetik pucuk teh hingga mengunjungi pabriknya untuk melihat pemerosesan daun teh hingga pengemasan.

Dan kita juga diajak untuk menikmati seduhan teh Tambi yang katanya terkenal dia Eropa sana.. wuiih enak banget, minum teh hangat ditengah pegunungan, ditemani gedang goreng dan talas goreng yang gurih…

Hari menjelang siang dan kita beranjak untuk mencari Mesjid terdekat untuk melakukan ibadah Sholat Jum’at. Di daerah ini tidak sulit menemukan Mesjid, tapi herannya kok gak ada yang dipakai Sholat Jum’at ya? Menjelang adzan, Mesjid masih kosong gak ada aktifitas. Kita memutuskan mencari Mesjid lebih jauh lagi, dan ternyata ada, tempat parkir cukup luas dan mesidnya cukup megah.

Pas kita sampai, Adzan Dhuhur berkumandang. Melihat kedalam mesjd kok sedikit sekali jemaahnya? Mungkin jika ditambah rombongan Blogger dan Vlogger pun kayaknya gak sampai 40 orang. Sah gak nih sholatnya? Sempat bershuudzon, apakah mungkin orang-orang sini gak pada Jum’atan ya? Padahal penduduk sekitar sini cukup padat. Dan Astagfirullah, ternyata saya salah… Beberapa menit kemudian mesjid pun penuh, karena rata-rata penduduk sini adalah petani, sehingga membutuhkan waktu untuk turun dari ladang yang berada diatas gunung menuju kerumahnya masing-masing terlebih dahulu.

Usai sholat Jum’at, kita menuju daerah Wonosobo. Disini kita ngapain? Makan! Yupz, pokonya jika kita ikut acara AHM itu, 50% makan, sisanya jalan-jalan, touring dan tidur, hehe… Disini kita berkunjung ke rumah makan Dieng di daerah Wonosobo. Sop Ayam, dan sop daging sapinya enak banget!

Usai makan dari lembah Wonosobo kita naik lagi ke daerah Dieng. Kita berkunjung ke daerah Wisata Dieng Plateau. Kita diajak kesebuah puncak gunung yang ternyata adalah pingiran tebing yang mengarah kesebuah danau. Ada 2 danau dengan warna berbeda, sehingga diberi nama Danau berwarna.

Usai turun dari puncak, hujan pun turun… Enaknya sih kita pulang ke Hotel lalu mandi air panas, tapi ternyata kita belum tuntas untuk eksplore Dieng. Menjelang sore, kita diajak mengunjungi Candi Arjuna. Disini kita mengenal candi Hindu tertua ini dibangun sejak abad ke 6 Masehi. Dan candi ini menjadi candi tertinggi di Indonesia, karena posisinya yang berada di ketingian lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut.

Berikut fotonya :

Menjelang malam kita pulang, dan di Hotel tempat kami menginap mereka menyiapkan menu makan yang agak unik, namanya Nasi Jagung… Saya mengira jika nasi Jagung itu warnanya kuning, lha kok disini warnanya putih? Rasanya mirip ketan, tapi gak ada rasa gurih atau rasa manis jagung seperti yang biasa kita makan, malah rasanya taar seperti nasi. Menurut lek Aripitstop, Nasi Jagung ini makanan favoritnya sejak dulu, biasanya dimakan engan panganan mirip urap atau sayuran pakai kuah kelapa parut, juga gorengan tempe yang khas daerah sini.

Usai makan nasi jagung, kita istirahat karena besoknya kita akan melakukan Touring dari Dieng menuju Ambarawa. Pakai motor apa nih touringna? Tentu saja motor baru Honda yang mendapat predikat Motorcyle of The Year 2019, apalagi kalo bukan Honda ADV150. Untuk ceritanya akan saya posting diartikel selanjutnya, tapi sebelumnya pemirsa bisa lihat keseruan di hari kedua kita di Dieng pada video berikut ini :

Baca yang unik lainya :

Kontak Warungasep.net :

Email : warungasep@gmail.com

Facebook : Warungasep.net

Twitter : @Warungasep

Instagram : Warungasepnet
Ditulis oleh Warungasep

2 Comments

Komen Gratis !