Naik Kereta Api Uap Ambarawa, Sensasi Naik Kereta Mahal Berusia Ratusan Tahun!

Warungasep.net – Usai digelarnya Honda Bikers Day 2019 di Ambarawa, keesokan harinya kami para Blogger dan Vlogger diajak AHM untuk mencoba menaiki kereta wisata Ambarawa yang berada di Musieum Kereta Api Ambarawa yang posisinya tepat disebelah venue HBD 2019 yaitu Lap. Pangbes Jendral Sudirman. Rencananya kita akan menaiki Kereta Uap yang telah berusia ratusan tahun. Gimana rasanya?

Oke, pagi itu masih jam 07.00 WIB, kita gak sempat sarapan pagi karena harus segera menuju Stasiun Ambarawa. Soalnya untuk bisa menaiki kereta uap ini memang harus sesuai jadwal, kereta uap yang akan kita naiki ini hanya beroperasi sebulan sekali, jadinya terasa ekslusif banget deh pokonya, apalagi kalo pemirsa tahu berapa tarif sewa kereta uap ini? Rp. 15juta per rombongan untuk sekali jalan, wuiiih… Ini baru kereta mahal!!!

Lokomotif kereta uap Ambarawa

Kenapa bisa mahal? Selain karena hanya beroperasi sebulan sekali, kereta ini juga membutuhkan logistik yang gak sedikit. Bahan bakar lokomotif buatan Jerman dengan kode B2503 ini hanya menggunakan kayu Jati, aroma asap bakarnya begitu khas… Selain itu, lokomotif ini juga membutuhkan pasokan air sebagai peghasil tenaga uap yang cukup banyak sekali jalan. Itupun jika kita memulai perjalanan di jam 08.00, maka para awak sudah siap sejak dini hari, karena mereka harus mempersiapkan dan memanaskan ketel uap 3 jam sebelum perjalanan. Pokonya, soal efisiensi sih memang lebih enak Kereta jaman sekarang, kebayang ribet dan mahalnya kereta api jaman dulu, hehe…

Tapi, naik kereta ini punya sensasi tersendiri. Pertama suara deru mesin uap-nya yang khas, lalu dengan gerbong kayu yang masih terjaga keasliannya, gerbongnya ini tanpa kaca sehinggi kita bisa melihat keluar jendela dan menikmati semilir angin yang masuk. ditambah suara “klakson kuiikk…kuiikk…” yang membuat kita diajak bernostalgia merasakan bagaimana orang jaman dulu menaiki moda transportasi yang terbilang modern dan mewah dijamannya ini.

Tak hanya itu, kita juga diajak menyusuri rel kereta api yang membelah jalur sebuah rawa yang disebut rawa Pening, dengan pemandangan panoraman dua gunung yang indah yaitu gunung Unggaran dan Merbabu. Perjalanan kita ditempuh selama kurang lebih satu jam, dimulai dari stasiun Ambarawa menuju stasion Tuntang. Tarif Rp. 15juta ini kita dapatkan pun tidak mudah, kita harus antri dan melakukan pemesanan 2 minggu sebelum keberangkatan. Itupun ada yang lebih murah yaitu menggunakan lokomotif diesel kuno, itu pun dengan tarif sekitar Rp. 10jutaan, laah sama mahal juga, hehe…

Sebenarnya, masih ada lagi rute yang kita bisa kita tempuh yaitu dari Ambarawa menuju stasiun Bedono. Bedanya kita akan mendapatkan sensasi naik perbukitan dengan jalur trek khusus menggunakan rek bergerigi. Katanya, rel model bergerigi dan jalur kereta yang mendaki bukit yang masih aktif dipakai ini hanya ada 3 di dunia, yaitu di Swiss, India dan satu lagi di Indonesia.

Yang menarik adalah tentang Lokomotifnya nih pemirsa, di stasiun Ambarawa ini merupakan musem atau tempat menyimpan lokomotif tua bersejarah, dari mulai yang diproduksi awal tahun 1800an atau abad ke 18 hingga yang paling baru sekitar awal tahun 1900an. Dan yang masih bisa aktif beroperasi adalah lokomotif B2503 ini yang merupakan produksi Jerman tahun 1911an. “Dulu pernah ada orang Jerman kesini, dan sempat gak percaya jika ada lokomotif buatan mereka yang masih aktif. Soalnya pabriknya sendiri di Jerman sana sudah gak ada alias sudah rata dengan tanah…” ucap Pak Muksin selaku Guide kita.

Tentunya kita patut bangga, jika Indonesia menjadi salah satu negara yang masih melestarikan warisan jaman dulu sehingga bisa memberikan edukasi bagi generasi muda kita untuk lebih mengenal lebih jauh tentang sejarah Indonesia di masa lalu. Nah, naik kereta uap ini sangat cocok buat pemirsa pecinta sejarah terutama para railfans atau pecinta kereta api. Harus coba nih, dan rasakan sensasi naik kereta api berusia ratusan tahun yang terasa ekslusif dan mewah serasa jadi bangsawan di jamannya dulu, hehe…

Untuk melihat keseruannya, pemirsa bisa lihat Video perjalanan mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa dan naik Kerta Uap berusia Ratusan tahun dibawah ini :

Saya ucapkan juga banyak terimakasih untuk AHM bersama Astra Motor Jateng dan Yogya yang mengajak kami kesini, sukses acaranya dan semoga bisa bertemu lagi lain waktu… Blogger dan Vlogger #Gaskehondabikersday2019

Baca yang unik lainya :

Kontak Warungasep.net :

Email : warungasep@gmail.com

Facebook : Warungasep.net

Twitter : @Warungasep

Instagram : Warungasepnet
Ditulis oleh Warungasep

Komen Gratis !