Bertemu Skutik Viral Yamaha Fazzio, Apa Hebatnya Sih???

Warungasep.net – Hari Kamis kemarin saya diundang Yamaha DDS II untuk menghadiri show case Yamaha Fazzio Hybrid Connected yang berkonsep pameran produk baru Yamaha untuk lebih dekat dengan masyarakat khususnya para calon untuk mengenal skutik yang saat ini lagi viral di media social. Dan ini pun menjadi kesempatan buat saya yang tentunya sangat penasaran dengan skutik yang katanya pakai teknologi Hybrid ini. Kenapa skutik baru ini begitu viral, sampai-sampai saat pertama rilis sampai ludes dipesan ribuan unit di salah satu market place. Apa hebatnya bisa sampai kayak gitu? Penasaran bukan? Untuk itu yuk kita lihat lebih dekat produk baru Yamaha Fazzio 125.

Event Show Case Yamaha Fazzio yang diadakan oleh Yamaha DDS II Jawa Barat bertempat di gelar di salah satu Mall terbesar di kota Bandung, yaitu Trans Studio Mall. Untuk memikat konsumen, pihak Yamaha memberikan program hadiah helm ekslusif untuk ratusan konsumen pertama yang membeli motor ini, dan ternyata di hari pertama pameran, program tersebut sudah habis terjual.

Oke, langsung saja… Pertama datang di event ini. langsung disambut oleh jejeran Yamaha Fazzio yang dipajang ditengah atrium dengan dekorasi bertema retro, warna-warni dan juga dipermanis beragam apparel brand lokal yang menarik. Dari kejauhan sudah kelihatan batang headlamp Fazzio yang besar banget.

Yupz, jujur saja bukan hal aneh karena saat ini soal desain produk baru Yamaha memang selalu kurang sesuai ekspektasi. Saya sudah mengetahui bentuk motor ini saat masih berupa gambar patent (baca : Bocor! Inilah Gambar Skutik Retro Yamaha Pesaing Scoopy ), dari foto unofficial yang beredar terlihat Yamaha konsep motor retro dengan style lampu bulat, body depan yang menggembung dan juga unsur detailing oval di beberapa bagian.

Bahkan setelah rilis, ternyata klop seperti bocoran sebelumnya. Jika dilihat foto studionya terlihat memang gak proporsional, dimensi headlampnya seperti terlalu besar, kurang pas dengan body depan yang lebar, namun pendek, antara setang dengan pundak body depan terlalu jauh, apalagi belakangnya, entah kenapa bagian body belakangnya justru berbentuk kotak, bukan bulat biar selaras dengan body depan, jelas ini konsep desain yang aneh, apalagi jika dilihat secara keseluruhan, sepertinya motor ini punya dimensi yang kecil banget.

Tapi itu baru penilaian terhadap sebuah objek 2 dimensi alias foto, berdasarkan pemahaman orang awam seperti saya ini. Dan bagaimana jika kita lihat secara langsung? Apakah akan berbeda? Jawabannya, ternyata sama aja… Entah selera saya emang rendah banget, atau mungkin sulit untuk memahami desain yang ditawarkan oleh Yamaha di Fazzio ini.

Setelah saya lihat langsung, dimensi motor ini ternyata tidak sekecil terlihat difoto. Cukup lebar, diatas standar skutik Yamaha di kelas entrylevel lainnya. Saya pun coba naikin motor yang dipajang, ya walaupun ada tulisan “dilarang”, tapi gak apa-apa lah, paling nanti dimarahin para teteh-teteh SPG-nya dan nanti tinggal saya bilang “saya Blogger”, nanti juga dijawab “siapa ya, saya gak kenal tuh?” hiks… 😥

Oke deh skip, setelah saya naikin ternyata walaupun di foto terlihat memiliki postur yang tinggi tapi stang kemudinya justru gak terlalu tinggi, cenderung rendah, bahkan jika dibandingkan Suzuki Nex II, ini lebih rendah. Tapi cukup ergonomis dan rileks. Posisi kaki pun menekuk keatas, sehingga ergonomi ridingnya seperti agak duduk jongkok, Apakah seperti skutik Honda? Yupz, karena posisi aki sekarang pindah ke dek, sehingga pijakan kaki, seperti agak naik, CMIIW.

Jok-nya empuk, cukup tebal, khas Yamaha. Dengan tinggi jok yang 750mm, buat saya yang punya tinggi badan 165cm kaki akan napak sempurna, tapi memang jok-nya terasa lebih lebar, karena sesuai konsepnya yang merupakan skuter retro. Dan yang menarik, bobot motor ini cukup ringan, jika dilihat beratnya cuma 95 kg, beda dikit dengan pesaingnya Scoopy yang hanya 93 kg.

Yang terasa tinggi dari motor ini adalah posisi headlampnya, sehingga saat kita naikin, pandangan kita diperlihatkan area cokepit yang unik, memanjang kedepan dan naik keatas. Ketika kita duduk dan melihat panel speedometernya yang sudah full digital berbentuk kotak, tapi shape-nya berbentuk kapsul memanjang tertarik kedepan, punya sensasi tersendiri. Sayangnya, di acara tersebut tidak ada sesi tes ride, jadi kita hanya sebatas melihat-lihat dan mencoba duduk statis di atas motornya saja.

Dan setelah kita lihat lebih detail lagi, motor ini punya beberapa fitur yang sepertinya banyak yang belum tahu. Selain punya panel speedometer full digita, Yamaha Fazzio juga punya fitur Y-Connect yang bisa terkoneksi dengan smartphone, fitur yang awalnya hanya tersedia di motor Yamaha kelas premium, kini ada di kelas dibawahnya. Fitur yang tentunya gak dimiliki pesaingnya. Saklarnya lengkap banget, ada tombol lampu hazzard, tombol SSS yang membuat motor jadi lebih irit dan juga one push starter yang baru diterapkan pertama kalinya di skutik ini.

Lihat kebawah lagi, motor retro Yamaha ini kini sudah gak pake kunci lagi alias keyless. Dan bahkan teknologi smart key ini menjadi fitur standar, yang berarti semua varian Yamaha Fazzio pakai fitur canggih seperti ini, Disamping kiri ada console box tertutup untuk menyimpan gloves atau handphone yang juga sudah tersedia socket charger didalamnya, tak hanya itu ada juga bottle box termpat menyimpan air minum yang compact banget.

Yang unik dari motor ini terdapat dua gantungan barang yang letaknya didepan disebelah kunci smartkey dan satu lagi dibawah ujung jok depan. Saya pun mencoba membuka jok, bagasinya cukup luas hingga bisa muat helm tipe open face seperti helm bawaan Fazzio yang bentuknya unik.

Oh ya, lubang tankinya ternyata berada dibawah jok, dengan kapasitas lebih besar hingga muat 5,5 liter BBM, di dekat tutup tanki ada sebuah alat yang ternyata merupakan perangkat hardware dari Y-Connect. tersedia juga beberapa tools bawaan seperti obeng, beberapa kunci termasuk kunci L, lengkap. Rear gripnya kokoh banget karena model diecast bukan pipa.

Lihat ke bagian kaki-kaki… Selamat tinggal velg legend Mio series, karena Fazzio kini pakai velg baru berukuran 12 inch, sehingga membuat tampilan kaki-kakinya tampak gambot dengan ban lebar dan tentunya sudah tubeless.

Pijakan kaki pembonceng atau footpegnya sudah model diecast dan compact. dan satu lagi yang unik dari motor ini adalah terdapat bracket samping berbentuk oval, yang ternyata bisa untuk bracket aksesories yang dipasang langsung plug n play, tapi dijual secara terpisah.

Dan dengan semua keunggulan fitur yang saya sebutkan diatas, motor ini dibanderol dengan harga Rp. 21jutaan, lebih tepatnya Rp. 21,1 jutaan untuk tipe Neo dan Rp. 21,4 jutaan untuk tipe Lux dengan warna matte juga detailing crome yang terlihat lebih mewah.

Kesimpulannya…

Oke, menurut saya Yamaha Fazzio ini cukup fenomenal, bukan yang pertama tapi langsung viral dan menjadi idola baru para bikers, terbukti dengan berita larisnya penjualan disaat debut dan juga banyak tanggapan positif dikalangan netizen di media social. Kenapa bisa laris, dan kenapa bisa viral?

Ada beberapa faktor penyebabnya, pertama karena konsep skutik classic yang saat ini digandrungi dan menjadi trend baru para bikers. Fazzio sendiri bukan yang pertama, karena skuter bergaya classic sudah banyak produknya di tanah air.

Masih ingat fenomena Suzuki Saluto 125/ Skutik classic asal Taiwan yang sangat diharapkan banyak netizen untuk didatangkan di Indonesia? Tapi Suzuki Indonesia kesulitan memasarkan skutik ini, Dan Yamaha melakukan langkah terbaik dengan memanfaatkan moment ini.

Meskipun desainnya memang sedikit kurang sesuai ekspektasi, ya mungkin karena kita punya standar desain jika skuter classic itu bentuknya seperti Vespa matic, sehingga ketika muncul Suzuki Saluto atau juga Benelli Panarea, mindset kita mengharuskan menilai jika desain skuter motor classic harus seperti itu. Padahal wajar saja jika Saluto atau Panarea memiliki desain yang mengacu pada desain Vespa, Lambretta dll, karena motor mereka dirancang dan didesain oleh tangan kreatif orang Italia, seperti Alesandro Tartarini. Berbeda dengan Fazzio yang menurut dokumen yang saya baca didesain oleh orang Jepang.(oh ya FYI, desain motor-motor Honda saat ini kebanyakan dirancang oleh orang-orang Thailand).

Tapi justru disinilah Yamaha memperlihatkan integritas atau mungkin prinsif idealisme tersendiri dalam sebuah desain. Mereka mempersembahkan desain yang original buatan mereka sendiri, tidak niru, dan tidak menjiplak. Walaupun ya eksekusinya memang seperti anti klimaks, hehe… Mungkin jika lebih proporsional, lebih mengetahui trend dan selera bikers lebih mendalam, misal melakukan survei,riset dll, akan lebih sempurna lagi.

Kedua karena banderol harganya yang lebih realistis. Bayangkan saja, skutik Fazzio 125 ini harganya cuma Rp. 21 jutaan tapi punya fitur yang paling lengkap dikelasnya, bahkan menjadi pelopor fitur baru dan canggih dikelasnya, siapa yang bisa menolak?

Untuk mengetahui keunggulan fitur Yamaha Fazzio jika dibandingkan pesaingnya, kalian bisa baca di artikel : Yamaha Fazzio vs Scoopy dan Panarea : Adu Spek, Fitur dan Harga

Dan ketiga karena performa mesin yang ditawarkan. Yang bikin netizen kaget saat Fazzio ini rilis adalah ada kata “Hybrid”, serius ini? Apakah cuma gimmick doang? Yamaha menjual motor berteknologi Hybrid dengan banderol Rp. 21 jutaan? Memang bukan yang pertama, tapi coba bandingkan dengan motor dari pesaingnya yang dibanderol 2 kali lipat, justru ini salah satu langkah cerdas dari Yamaha.

Oh ya, mengenai system kerja mesin Hybrid Yamaha Fazzio ini akan saya bahas terpisah, tapi walaupun tak banyak dari bikers yang selalu membeli motor pasca membaca brosur, tapi bisa dipastikan banyak konsumen Fazzio ini yang akan kepincut setelah membaca fitur Hybrid yang menjadi selling point di motor baru Yamaha ini.

Jadi kesimpulannya, Walaupun desainnya memang tidak sesuai ekspektasi bagian sebagian orang, tapi justru lebih banyak yang menyukai konsep desain original yang Yamaha tawarkan, ditambah lagi dengan lengkapnya fitur, varian warna yang trendi dan menarik juga performa mesin hybrid yang pastinya akan mengiming-imingi konsumen, dan tentunya bandrerol harga yang ideal, menjadi salah satu faktor kenapa motor ini menjadi viral dan laris. Jadi Good job buat Yamaha! Semoga kedepannya makin banyak produk yang mengejutkan seperti ini…

Baca juga yang menarik lainya :

Ditulis oleh Warungasep.

2 Comments

  1. Segera menyusul matic clasic Yamaha dengan mesin 155 CC hybrid.
    Dan juga pengganti Mio M3 dengan mesin Fazzio non hybrid ( head lamp di stang),
    Karena rangka nya pakai punya Fazzio, cuma ganti casing.

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak!