Touring Honda CRF150L Trabas Hutan Pinggir Jurang dan Naik Gunung Sambil Main Lumpur di Bandung


Fun Touring Honda CRF150L di Bandung

Warungasep.net – Setelah launching juga tes ride Honda CRF150L di kawasan BSD Tangerang Selatan seminggu lalu, kemarin tanggal 15 November 2017, PT. Astra Honda Motor (AHM) juga mengajak sejumalah Jurnalis wartawan media otomotif nasional, Blogger juga Vlogger untuk menjajal langsung motor trail terbaru dari Honda untuk melakukan Fun Touring Honda CRF150L di daerah Bandung Utara.

Sama seperti tesride di sirkuit Enduro di BSD mingggu lalu, saya juga melakukan touring motor trail ini untuk pertama kalinya pemirsa, jadi benar-benar menguji keberanian untuk tantangan yang belum pernah alami sebelumnya… Wuiih, kabayang gak tuh, sebelum mulai aja kita sudah ngeri duluan, pertama ngebayangin trek hutan sambil naik gunung main lumpur, “Saya bisa gak ya?” pikiran saya sebelum mulai, ditambah dengan kondisi cuaca di Bandung saat itu yang diguyur hujan berhari-hari, yang pasti kombinasi tanah lempung ditambah hujan, kebayang kan gimana jadinya? hehe… tapi saya yakinkan dan beranikan diri, seperti tag line motor Honda CRF150L ini yaitu “Unlimit Your World“Mantap…

Saya pakai CRF yang pakai plat nomor 2007, yang paling ambles wkwkwk

AHM mempersiapkan 40 unit CRF150L untuk dijajal oleh para media online juga para Blogger dalam keadaan standar nih pemirsa, masih ada lampu, spion, bahkan spakbor belakang… Kami dibagi kedalam 4 kelompok, dan saya masuk kedalam kelompok terakhir sekitar 10 orang yang didampingi 1 Road Captain dan 2 Sweeper(Sweepernya langsung Pak Nyoman HC3 AHM lho pemirsa.. orang hebat nih pak Nyoman, Atlet Maraton juga jago Trabas! ).


Rute Fun Touring CRF150L

Perjalanan dimulai di Cafe Armor di daerah Dago Pakar dekat Hutan Raya Juanda Bandung, Fun Touring CRF kita sejauh kurang lebih 36 Km nih pemirsa, dengan kombinasi beberapa tipe jalanan.. Etape pertama kita disuguhkan jalanan aspal beton yang licin kemudian beberapa km kemudian kita masuk jalanan perkampungan yang didominasi bebatuan dan tanah pasir di kaki bukit, udah kebayang dong pinggiran bukit ini jurang yang dalam pemirsa…

Tapi dengan ban dual purpose, Honda CRF150L ini enak banget dibawa, tanjakan setinggi apapun dengan mudah dilewati, begitu juga dengan jalanan perbukitan yang berbatu, terasa di jalan road biasa aja, ada lobang menganga kalo biasanya kita bawa motor milih-milih jalan, tapi CRF ini hajar aja, dan gak terasa banget hentakannya berkat suspensi belakang yang empuk banget yang dikombinasikan dengan depan Upside down Showa ukuran inner tube 37mm yang nyaman banget. Gak kerasa beberapa Km kita lewati akhirnya kita berada di atas puncak perbukitan di daerah Bandung Utara, ternyata kita berada diatas awan nih pemirsa, hehe

Berada diatas bukit, diatas awan!

Etape pertama kita ini berakhir di daerah Bukit Moko, dekat objek wisata Dermaga Bintang, kita istirahat dulu sejenak disini.. Kaget juga pas pendamping kita dari komunitas bilang, “Kita ini baru pemanasan mas bro, belum ke trek tantangan yang sesungguhnya” ujarnya… wuiihh, jadi makin penasaran nih pemirsa.. Disana awalnya saya rada ciut juga, tapi pas sudah ngerasain rute awal tadi yang rasanya enak dan seru banget pake Honda crf150l seharga Rp. 31,8jutaan ini, saya pun jadi semangat.. oke lets go!

Istrihat di Bukit Moko- Dermaga Bintang (Masih bersih sebelum kotor-kotoran) hehe

Masuk ke etape kedua kita mulai memasuki kawasan hutan pinus, baru beberapa ratus meter ada yang jatuh didepan.. Wah siapa tuh, wak Haji TMCblog pemirsa.. wuih, wak haji yang udah pengalaman naik segala jenis Moge aja jatuh, apalagi saya? melihat hal itu kembali nyali saya ciut.. oke, kita jalan aja, dan ternyata benar, beberapa ratus meter kemudian saat menghadapi trek turunan saya pun jatuh, bahkan dua kali jatuh nih pemirsa… Penyebabnya adalah, penggunaan rem yang salah ditambah dengan phobia akan ketinggian juga, karena trek yang kita lewatin ini dipinggir jurang puluhan meter dengan kondisi trek full tanah yang licin, ngeri pemirsa..

Mbah Bons dan om Stephen Langitan jatuh!

Di trek ini, para rombongan memang bener-bener belum ada yang pengalaman, jadi gak ada yang namanya yang jago(kecuali para komunitas trabas yang tersu membantu kita lewati rintangan), semua Blogger dan Vlogger semuanya pada jatuh bangun lewatin trek ini pemirsa, bahkan Om SL yang sudah keliling keluar negri pake motor aja tumbang ckckck.. Masalahnya bukan karena jago atau tidak jago naik motor, tapi ke teknik pengendalian motor trail seperti ini yang tentunya sangat berbeda dengan motor street bike pada umumnya..

Di trek seperti ini haram hukumnya main rem dan juga pengunaan setengahh kopling apalagi ketika melewatin tanjakan… Jika kita salah ngerem, lucunya ban belakang bisa balapan sama ban depan, lalu disaat kita pas putar gas, dan posisi stang yang salah kita bukannya ke posisi lurus yang benar malah sebaliknya kita malah berputar balik wkwkwk, wesss kita diuji emosi, kesabaran dan stamina tubuh karena berulang kali jayuh bangun melakukan kesalahan yang sama…

Tapi, dengan trik yang benar sesuai arahan intruksi para komunitas trabas yang dengan sabar membantu dan mengarahkan kita(thanks banget kang! ), akhirnya motor trail Honda ini bisa melewatin semua tantangan yang dihadapi, motor trail dengan power sebesar 9,51 kW(12,91 PS)/8.000 rpm dan Torsi Maksimum 12,43 Nm(1,27 kgf.m)/6.500 rpm sukses tersalurkan ke roda dengan ukuran pelek full-size Off road yakni depan 21 inci dan 18 inci di belakang dengan bahan aluminum ini stabil dipakai dijalanan berlumpur seperti ini. Tapi konsekuensinya bagi rider-rider amatiran seperti kita, termasuk saya ini adalah muka lelah yang teramat sangat karena aktifitas trabas seperti ini memang benar-benar membutuhkan kondisi fisik dan stamina yang prima, wkwkw, berikut ini penampakan muka-muka lelah :

Oke, beberapa km kita lewatin medan ektreme seperti foto diatas, kita akhirnya kita istirahat etape kedua, dan mampir di sebuah warung kopi.. waduh ditengah hutan gini ada warung kopi nih pemirsa.. ternyata warung ini warung dadakan sengaja dibuat ketika ada aktifitas event motor trabas seperti ini saja.. Oke, kita melepas lelah dulu sejenak sambil mengumpulkan tenaga, karena rute yang kita lewatin masih belum setengahnya.. ebuset.. tantangan apagi kita nih pemirsa, hehe.. Beirkut ini penampakan motor pasca melewatin trek lumpur :

Ban pacul CRF jadi kayak donat gini pemirsa wkwkwk.. bukti jika trek yang kita lewatin memang bukan jalur motor biasa.. perlu motor khusus buat dilewatin, dan CRF150L ini sukses melakukannya dengan baik… Usai istrihat kedua, akhirnya kita melanjutkan etape ketiga nih pemirsa.. Dan disini betapa leganya saat saya menemukan kembali tanah biasa yang gak terlalu licin walaupun masih didalam kawasan hutan, tapi akhirnya kita bisa duduk dengan santai diatas jok motor CRF yang berwarna merah ini dan kembali melaju dengan kecepatan normal tanpa takut tergelincir lagi wkwkwk..

Dan, di etape terakhir ini tantangan kita adalah jalanan aspal, jalanan beton yang licin juga trek yang didominasi tanjakan dan turunan ektrem karena mengitari perbukitan-perbukitan dibawah kaki gunung Tangkuban Gunung Perahu didaerah Bandung Utara..

Di etape terahir hingga garis finish yang kembali ke Cafe Armor, Honda CRF150L diuji apakah dijalanan biasa motor ini bisa dibawa layaknya motor biasa? Ternyata bener bisa pemirsa, bawa motor dengan ban tahu berukuran 2.75 – 21″ depan dan 4.1 – 18″ belakang yang terpasang di velg alumunium tentu yang sangat ringan ini bisa juga dikendarai dijalanan biasa, sesuai konsepnya yang merupakan motor on-off road yang artinya bisa dikendarai di dua kondisi jalanan yaitu kondisi trek on road atau jalanan biasa dan juga off road yang ekstreme..

Jadi kesimpulannya adalah, Honda kini sudah menghadirkan motor yang sesuai dengan keinginan pemirsa yang suka menjelajah ke berbagai medan, motor Honda CRF150L ini sudah satu paket yang bisa didapatkan, motor yang bisa dan aman dipakai jalanan biasa, gak akan kena tilamg uh pemirsa karena sudah pakai spion, lampu depan bnelakang dan lampu sein, tapi tetep harus punya SIM dan jangan nembak ya pemirsa, hehe.. Dan juga bisa dipakai di kondisi trek off road berlumpur dan tantangan lainnya…

Satu hal yang saya pribadi dapatkan dari motor ini yaitu menemukan sisi fun atau menyenangkan yaitu uniknya jika pakai motor seperti ini adalah motor yang gak akan takut jatuh jika kita bisa mengendalikannya, beberapa kali saya hampir tergelincir tapi dengan kombinasi pengendalian stang, rem juga kopling yang benar beberapa kali saya mau jatuh eh motor yang punya bobot sekitar 122kg ini bisa naik lagi dengan sendirinya wkwkw, emang unik nih pemirsa, mungkin inilah yang menyebabkan motor jenis yang mungkin bisa dibilang “Menyiksa” bagi sebagian orang ini juga ada sisi yang menyenangkan untuk dikendarai. Tak ayal banyak sekali komunitas yang menggemari aktifitas motor seperti ini. Jadi Honda CRF150L ini sudah kita uji, dan berhasil melewati segala rintangan dengan selamat tanpa ada yang cedera baik ridernya ataupun motornya, gak ada gejala kopling angus body penyok dll.. Kini giliran pemirsa yang membuktikannya… Honda CRF150L mantap…

Foto : Sumarlin, Kang Dudungsp dan DAM
Baca juga yang menarik lainya :

Ditulis oleh Warungasep.

Kontak Warungasep.net :

  • Email : warungasep@gmail.com
  • Facebook : Warungasep.net
  • Blogspot : Motorjipi.com
  • Twitter : @Warungasep
  • Instagram : Warungasepnet

Posted from WordPress for Kalkulator<

4 Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Galeri Foto dan Video Touring Trabas Honda CRF150L di Bandung | WARUNGASEP★★★☆☆

Leave a Reply

Your email address will not be published.